Kemendikbud memutuskan untuk tetap melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2020 sesuai jadwal meski muncul wabah corona di Indonesia. Namun, mereka telah membuat protokol khusus untuk pencegahan penularan virus tersebut.
- Nidya Putri
- Kamis, 12 Maret 2020 - 09:32 WIB
WowKeren - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memastikan bahwa wabah corona yang ada di Indonesia tidak akan menganggu pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Hal ini disampaikan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendikbud Totok Suprayitno.
"Kami memastikan UN tetap jalan, seperti orang ngantor tetap jalan. Maka UN tetap jalan tapi dengan ekstra kehati-hatian," ujar Totok di di Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Rabu (11/3). "Kami juga tentu mengikuti protokol yang sesuai Surat Edaran Mendikbud nomor 3 tahun 2020. Tapi khusus UN kami menambahkan beberapa hal teknis."
Lebih lanjut, Totok menyatakan ada delapan arahan dalam protokol pencegahan penyebaran corona saat pelaksanaan UN 2020. Itu merupakan turunan dari SE Mendikbud nomor 3 Tahun 2020 tentang Pencegahan Covid-19 pada Satuan Pendidikan.
Pertama, selama masa ujian sekolah wajib membersihkan ruang ujian sebelum dan sudah digunakan pada setiap sesi UN. Kemudian, pembersihan akan dilakukan dengan menggunakan desinfektan pada seluruh fasilitas yang disentuh peserta UN, mulai dari gagang pintu, saklar lampu, komputer, mouse, keyboard, kursi, meja dan alat tulis.
Totok menjelaskan jika dalam sehari akan ada tiga sesi ujian untuk Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Artinya akan ada tiga kali sesi di mana siswa bergantian memakai ruang ujian.
Alat pembersih sekali pakai atau tisu harus tersedia di depan ruang ujian. Begitu juga dengan sabun atau pembersih tangan berbasis alkohol. Peserta wajib membersihkan tangan sebelum dan sesudah ujian.
Untuk menghindari potensi penyebaran virus, peserta dilarang saling pinjam alat tulis atau peralatan lain. Peserta kemudian diminta menghindari kontak fisik seperti bersalaman, cium tangan hingga berpelukan. Jika merasa sakit dengan gejala demam, batuk, pilet atau sesak napas, peserta tidak boleh memaksakan hadir dalam ujian.
Sekedar informasi, menurut situs resmi Kemendikbud, UNBK 2020 akan diselenggarakan mulai bulan Maret hingga April mendatang. Jadwalnya akan disesuaikan menurut jenis dan jenjang institusi pendidikannya.
Untuk Sekolah Menegah Kejuruan (SMK), UNBK dijadwalkan 16-19 Maret. Kemudian Sekolah Menengah Atas (SMA)/Madrasah Aliyah (MA) dijadwalkan 30 Maret-2 April. Lalu, Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs) pada 20-23 April.
Sedangkan untuk UNBK susulan dijadwalkan 7 sampai 8 April untuk SMK dan SMA/MA. Dan 29 sampai 30 April untuk SMP/MTs.
(wk/nidy)