Wabah Corona Mengganas, Erick Thohir Desak BUMN Produksi 6 Juta Masker
Instagram/erickthohir
Nasional

Di tengah wabah virus Corona, masker kesehatan menjadi produk yang langka dan harganya meroket. Menteri BUMN Erick Thohir pun siap menjalankan kebijakan strategis untuk menyelesaikan masalah ini.

WowKeren - Bila ditanya siapa menteri Presiden Joko Widodo yang paling pusing di tengah wabah virus Corona, maka dipastikan sosok Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto lah yang disebut. Namun tak hanya Terawan, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir juga dibuat pusing dengan wabah COVID-19 yang sedang terjadi saat ini.

Salah satu yang dipikirkannya terkait dengan persediaan masker mengingat ada BUMN yang bergerak pula di bidang kesehatan. Di sisi lain, saat ini masker menjadi produk kesehatan yang langka dan harganya begitu meroket.

Menanggapi hal tersebut, Erick pun turun tangan. Bila beberapa waktu lalu ia dan Kimia Farma selaku salah satu BUMN kesehatan Indonesia sepakat untuk mendistribusikan masker dengan harga normal, kini Erick siap mendesak dari sisi produksi.

Erick mengaku bakal memerintahkan BUMN sektor kesehatan untuk memproduksi masker lebih banyak. Tak main-main, Erick berharap BUMN sektor kesehatan bisa memproduksi sampai 6 juta helai masker.


"Ini kita coba produce lagi. Yang pasti di April itu bisa (produksi) 6 juta, di Maret ini kita berusaha," ujar Erick di Jakarta, Kamis (12/3). Adapun salah satu BUMN yang bakal memproduksi masker yaitu PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero).

Kendati demikian, Erick mengaku ada sejumlah kendala dalam produksi masker ini. Sebab selama ini Indonesia harus mengimpor bahan baku untuk memproduksi masker. Oleh karena itu, ke depannya, ia berharap ada BUMN yang bisa memproduksi bahan baku untuk masker tersebut.

"Makanya kemarin saya bilang kalau Cina habis, kita cari Eropa. Sekarang Eropa mulai kejadian seperti ini, ya kita mesti cari di India atau dari (negara lain)," ujar Erick, dilansir dari Suara.

"Makanya ke depan masalah bahan baku masker ini yang kertas kecil itu kita kalau bisa buat sendiri," imbuhnya. "Kenapa tergantung negara lain."

Erick menuturkan, stok masker di Kimia Farma terus turun. Ia pun berharap, produksi tersebut bisa cepat dijalankan, sehingga tak terjadi kelangkaan masker. "Kita jujur stok masker di Kimia Farma up and down tergantung kebutuhan," pungkasnya.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait