Istana Kepresidenan buka suara terkait keputusan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menetapkan wabah corona (COVID-19) sebagai pandemi global pada Rabu (11/3) malam.
- Nidya Putri
- Kamis, 12 Maret 2020 - 14:13 WIB
WowKeren - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Rabu (11/3) malam, menyatakan wabah virus corona (COVID-19) sebagai pandemi global. Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus.
Hal ini disebabkan penyebaran virus corona yang semakin meningkat tiap harinya. Menurut data terakhir, virus yang berasal dari Kota Wuhan, Tiongkok itu sudah menginfeksi 126.121 ribu orang dan memakan korban jiwa sebanyak 4.616.
Merespon pernyataan tersebut, pihak Isatana Kepresiden pun buka suara. "Intinya itu sebuah ketentuan WHO yang menjadi rujukan utama, dari Kemenkes pasti mengantisipasi tentang hal itu," kata Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (12/3).
"Kami KSP juga saat ini sedang mengundang semua potensi di perguruan tinggi, masyarakat, komunitas kesehatan, kumpulan dokter-dokter akan kami undang, kami ajak bersama menyelesaikan persoalan ini," sambungnya.
Lebih lanjut Moeldoko mengatakan bahwa pihaknnya akan mengundang sejumlah pihak terkait permasalahan tersebut. Sekedar informasi, Kantor Staf Presiden (KSP) menjadi salah satu institusi yang mengkoordinasikan penanganan Corona.
"Jadi kita tidak bertumpu pada dinkes, Kemenkes, tapi juga bagaimana teman-teman yang tersebar di perguruan tinggi, terutama yang ilmu kesehatan," paparnya. "Besok akan kami undang. Agar persoalan ini menjadi masif, kita bergerak."
Sebelumnya Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi persnya menyebutkan wabah corona telah berkembang 13 kali lipat lebih banyak dari negara sumber munculnya virus tersebut. "Dalam beberapa hari atau pekan mendatang, kita akan melihat peningkatan jumlah kasus, kematian, hingga negara terinfeksi yang jauh lebih tinggi," ungkap Tedros, dilansir dari CNBC. Namun demikian ia menyatakan beberapa negara sudah mulai menunjukkan perkembangan positif karena bisa menekan penyebaran wabah di wilayahnya.
(wk/nidy)