Pasien Pneumonia Berat Meninggal Di RSPI, Kemungkinan Corona?
Nasional

Pasien pneumonia berat yang sempat datang ke ruang isolasi dilaporkan meninggal dunia di RSPI Sulianti Saroso, kemungkinan akibat positif terkena virus corona (covid-19)?

WowKeren - Pemerintah Indonesia telah mengumumkan lonjakan pasien virus corona (covid-19) di Tanah Air menjadi 34 orang. Angka tersebut begitu melesat kurang dalam seminggu setelah pada Minggu (8/3) lalu, kasus corona di Indonesia hanya sebanyak 6 kasus saja.

Saat ini, dari total 34 kasus virus corona di Indonesia, dua orang telah dinyatakan sembuh dan satu orang meninggal dunia. Korban tersebut merupakan pasien nomor 25 yang merupakan WNI dan dinyatakan meninggal dunia pada Rabu (11/3) dini hari.

Kini, Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso yang menjadi salah satu tempat perawatan penderita virus corona di Indonesia baru saja mengumumkan kematian salah satu pasien mereka akibat pneumonia. Meski demikian, pasien tersebut belum terindikasi apakah terkena corona atau tidak.

"Tadi pagi meninggal satu," kata Direktur RSPI Sulianti Saroso, Syahril di Jakarta Utara, Kamis (12/3). "Kami lakukan sangat maksimal tapi tidak tertolong."


Pasien tersebut merupakan seorang perempuan berusia 37 tahun. Kondisi pasien dilaporkan mengalami pneumonia berat dan langsung dipasangi ventilator oleh dokter. Sejumlah penanganan juga telah dilakukan, sayang nyawa pasien tersebut sudah tidak tertolong lagi.

"Yang tadi malam dikirim karena dikirim dalam sakit berat pake ventilator, meninggal dunia. Usia masih muda, 37 tahun, perempuan, " jelas Syahril. "Yang meninggal itu pasien dikirim dari salah satu RS pemerintah dalam kondisi pneumonia yang sudah berat, memakai ventilator, tadi malam masuk dan sudah kita lalukan terapi maksimal ternyata tidak tertolong."

Pasien tersebut sempat datang ke ruang isolasi RSPI Sulianti Saroso pada Rabu (11/3). Mobil ambulans yang mengangkut pasien tersebut tadinya berasal dari Ambulans Gawat Darurat (AGD) Dinkes DKI Jakarta.

Pihak RSPI saat ini masih menunggu hasil laboratorium dari pasien tersebut apakah benar terkena corona atau tidak. "Nah lab-nya belum ada hasil juga, tapi dari tracing tidak ada kontak yang betul-betul erat, jadi saat ini masih dipelajari betul oleh rumah sakit pengirim," tutur Syahril.

(wk/lian)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait