Dorong Protokol Cegah Corona di KRL, Demokrat: Pemerintah Lebih Pentingkan Dampak Ekonomi
Nasional

Anggota Komisi V dari Fraksi Partai Demokrat, Irwan, meminta pemerintah untuk membuat protokol khusus pencegahan penularan virus corona (Covid-19) di Kereta Rel Listrik (KRL).

WowKeren - Wabah virus corona (Covid-19) telah masuk ke Indonesia dan membuat masyarakat semakin waspada. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan lantas sempat menyebut KRL rute Bogor-Depok-Jakarta sebagai salah satu tempat yang paling berisiko dalam penyebaran virus corona.

Hal ini membuat anggota Komisi V dari Fraksi Partai Demokrat, Irwan, meminta pemerintah untuk membuat protokol khusus pencegahan penularan virus corona di KRL. Menurut Irwan, pemerintah seakan lebih memikirkan dampak ekonomi penyebaran virus corona daripada keselamatan rakyat.

"Kalau memang berdasarkan data yang suspect atau yang positif terjangkit Corona ada yang berasal dari penumpang KRL," tutur Irwan dilansir detikcom pada Kamis (12/3) hari ini. "Maka harus segera semua di terminal keberangkatan dan kedatangan disiapkan penanganan pencegahannya."

Pemerintah sendiri dinilai masih lambat dalam merespons penyebaran virus corona, terlebih soal sosialisasi penanganan dan pencegahannya. Pasalnya, tutur Irwan, pemerintah hanya memikirkan dampak ekonomi dari wabah corona ini saja.


"Pemerintah dari awal lambat dan buruk merespon isu global Corona. Lebih mementingkan isu dampak ekonominya dibanding keselamatan rakyat," ujar Irwan. "Protokol penanganannya lambat dan tidak sempat tersosialisasikan dengan baik, sehingga ada kepanikan dan kebingungan di masyarakat, termasuk di pemerintah daerah. Makanya ada beberapa pemerintah daerah mengambil kebijakan sendiri-sendiri penanganan Corona."

Sementara itu, PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) sendiri sempat buka suara terkait pernyataan Anies tersebut. VP Corporate Communications PT KCI, Anne Purba, menegaskan pihaknya sudah melakukan antisipasi dan peningkatan pengawasan potensi penularan virus corona, terutama di dalam gerbong kereta.

Beberapa langkah preventif sudah mereka tempuh. Salah satunya dengan membagikan masker gratis di sedikitnya 36 stasiun serta memberikan edukasi mengenai metode cuci tangan yang benar.

"Mulai Kamis 12 Maret 2020, tim kesehatan melakukan roadshow sosialisasi lanjutan ke sejumlah stasiun. Petugas juga akan melakukan random check suhu tubuh pengguna di stasiun-stasiun," ujar Anne, Rabu (11/3).

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait