Pemerintah Pastikan Tak Akan Lockdown Wilayah Terjangkit Corona
Nasional

Namun, keputusan ini tidak bersifat mutlak. Untuk mengantisipasi penyebaran virus corona, pejabat di tingkat kementerian akan melakukan rapat untuk menentukan langkah selanjutnya.

WowKeren - Juru bicara pemerintah untuk penanganan corona Achmad Yurianto memastikan jika pemerintah tidak akan mengambil opsi lockdown untuk saat ini. Hal ini menyusul sejumlah negara yang telah melakukan lockdown terhadap wilayah yang terjangkiti virus corona.

"Kami tidak akan memakai opsi lockdown," ujar Yurianto dalam konferensi pers di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Kamis (12/3). Menurutnya, opsi lockdown justru akan meningkatkan peluang menularnya virus tersebut.

Sebab jika suatu tempat di-lockdown maka penduduknya tidak akan bisa berbuat apa-apa. Kondisi semacam ini akan berpotensi membuat kasus Covid-19 naik dengan cepat.

"Karena kalau di-lockdown, malah kita tidak akan bisa berbuat apa-apa," ujar Yuri. "Konsekuensinya, kasus (Covid-19) di wilayah itu bisa jadi akan naik dengan cepat."


Namun, keputusan ini tidak bersifat mutlak. Untuk mengantisipasi penyebaran virus corona, pejabat di tingkat kementerian akan melakukan rapat bersama untuk menentukan langkah selanjutnya. "Ini akan menjadi keputusan bersama yang akan diputuskan di tingkat kementerian," lanjut dia.

Sebelumnya, Mantan Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla (JK) menyarankan agar Indonesia mulai menerapkan kebijakan lockdown sebagai upaya mencegah penyebaran virus corona. Ia menilai langkah terbukti cukup efektif untuk menekan angka bertambahnya kasus corona.

Salah satu negara yang telah menerapkan lockdown untuk wilayah yang terjangkit corona adalah Italia. Pemerintah setempat telah menutup akses seantero negeri Menara Pisa. Hal ini bertujuan untuk menekan penyebaran virus corona agar tidak semakin meluas.

Kebijakan ini berlangsung mulai 10 Maret hingga 3 April, usai diumumkan Perdana Menteri Giuseppe Conte pada Senin, 9 Maret sore waktu setempat. Kebijakan ini mengakibatkan sedikitnya 60 juta penduduk Italia terisolasi. Sekolah dan universitas diliburkan. Bahkan, liga sepak bola pun terpaksa disetop.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait