Wabah Corona Mengganas dan Infeksi 8 Ribu Orang Sehari, Polri Bakal Larang Ekspor Masker
Nasional

Data terbaru soal penyebaran virus Corona menyebut setidaknya ada lebih dari 8.000 kasus positif baru dalam sehari. Di sisi lain, saat ini WHO menyatakan wabah COVID-19 sebagai pandemi global.

WowKeren - Wabah virus Corona masih menjadi momok menakutkan bagi individu dari berbagai penjuru dunia. Apalagi kini wabah COVID-19 sudah naik ke status pandemi global, mengingat penyebarannya yang begitu cepat hingga sudah menginfeksi 127 negara.

Dilansir dari laman worldometers.info, hingga Jumat (13/3) pukul 07.00 WIB, dilaporkan sebanyak 134.678 orang dari berbagai penjuru dunia terjangkit COVID-19. Dari ratusan ribu kasus itu, nyaris 5.000 kasus berakhir dengan kematian, sedangkan 69.142 lainnya dinyatakan sembuh.

Wabah COVID-19 yang kian mengganas ini pun menyita perhatian banyak pihak. Termasuk diantaranya Polri yang secara spesifik menyinggung soal distribusi dan kelangkaan masker di Indonesia.

Diketahui saat ini masker merupakan produk kesehatan yang tergolong langka dan harganya begitu meroket. Demi menanggulanginya, apalagi karena wabah COVID-19 sendiri kini seolah makin ganas, Polri pun berencana untuk melarang ekspor masker.


Hal ini diungkap oleh Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Pol Daniel Tahi Monang. "Yang kami lakukan melarang keluar negeri, ekspor," kata Daniel di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (12/3).

Langkah ini diambil demi memastikan kebutuhan masker dalam negeri pun bisa tercukupi. Kendati demikian, Daniel belum bisa memastikan kapan larangan ini akan berlaku.

Di sisi lain, Daniel juga memastikan kebutuhan masker dalam negeri saat ini masih mencukupi. "Pabrik-pabrik kami sarankan produksi, mungkin menaikkan jumlah dan intensitas produksinya untuk dalam negeri," terangnya, dilansir dari CNN Indonesia.

Daniel lantas mengimbau agar masyarakat tak panik menghadapi wabah virus Corona. Sebab ia sendiri mengaku khawatir gelombang panic buying, terutama untuk produk masker, akan kembali terjadi bila masyarakat semakin panik.

Di sisi lain, Menteri BUMN Erick Thohir juga menyampaikan instruksi khusus menghadapi wabah COVID-19 yang sudah menginfeksi 34 orang di Indonesia itu. Salah satunya dengan memerintahkan BUMN untuk memproduksi hingga 6 juta masker demi mengantisipasi berbagai kemungkinan.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait