Sekda Ponorogo Agus Pramono menjelaskan sebelum imbauan tersebut dikeluarkan, sejumlah pondok pesantren pun telah memberitahukan orang tua santri untuk tidak membesuk anaknya.
- Zodiak Yanuarita
- Selasa, 17 Maret 2020 - 14:55 WIB
WowKeren - Sejumlah pondok pesantren di Ponorogo memiliki cara tersendiri untuk mengamankan santri mereka dari ancaman virus corona. Mereka melakukan karantina terhadap para santrinya di masing-masing ponpes.
Hal itu sudah melalui koordinasi dengan pemerintah kabupaten setempat. Sekda Ponorogo Agus Pramono menjelaskan jika para santri tersebut tidak diperbolehkan keluar wilayah pondok pesantren.
"Mereka (pimpinan pondok) sepakat para santri yang sekolah di pondok dilakukan isolasi atau karantina di ponpes," kata Agus dilansir detik, Selasa (17/3). "Serta tidak boleh keluar dan tidak boleh dikunjungi orang tua."
Sebelum imbauan ini dikeluarkan pun, ia mengatakan bahwa sudah ada sejumlah ponpes yang telah menghubungi para orang tua santri. Mereka diimbau untuk tidak mengunjungi putra putri mereka selama 14 hari ke depan. "Contohnya Ponpes Al Iman, sudah mengontak ortu santri ada yang dari Malaysia, luar Jawa agar tidak mengunjungi anak-anak selama 14 hari," terang Agus.
Meski demikian, ia memastikan jika kegiatan belajar dilakukan secara normal seperti biasa. Namun yang membedakan kali ini hanyalah santri-santri tersebut dilarang untuk keluar. "Cuma dilarang keluar ponpes," imbuh Agus.
Sementara itu, Pemkab Ponorogo selain memantau para santri juga melakukan pengawasan terhadap pelajar. Mereka mengimbau para pelajar untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan dan lebih banyak berdiam diri di rumah. Tak tanggung-tanggung, pemkab telah menerjunkan Satpol PP untuk mengawasi mereka.
Siswa yang ketahuan berkeliaran di tempat umum akan dikembalikan ke orang tua masing-masing. "Satpol PP ditugaskan di tempat-tempat keramaian, untuk memantau anak usia sekolah yang ketahuan berkeliaran di mal segera diamankan untuk dikembalikan ke ortu," imbuh Agus.
(wk/zodi)