Gubernur Banten Umumkan 1 Warga Positif Corona Meninggal, Kemenkes Kecolongan?
Nasional

Gubernur Banten Wahidin Halim umumkan satu pasien positif corona meninggal dunia pada Senin (16/3) lalu. Sayangnya, pihak Kemenkes tak mengetahui informasi tersebut, tanda kecolongan?

WowKeren - Gubernur Banten Wahidin Halim mengumumkan satu pasien positif corona yang meninggal pada Senin (16/3). Pasien tersebut sempat dirawat di Pondok Aren, Tangsel, Banten.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Wahidin melalui akun Instagram resminya pada Selasa (17/3). Dalam kesempatan itu juga ia menyampaikan adanya lima pasien positif corona lain yang ada di wilayahnya.

"Gubernur Banten mengabarkan pada masyarakat bahwa positif terkena virus Corona 5 orang warga Banten," kata Wahidin. "Satu orang dari Pondok Aren tadi sore (kemarin) telah meninggal dunia."

Sayangnya, informasi tersebut rupanya tak diketahui oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes). "Tidak tahu saya kalau itu," kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto, Rabu (17/3). "Saya hanya mengatakan pasien positif yang dirawat di rumah sakit."


Achmad Yurianto yang juga merupakan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan hanya mengatakan sejauh ini jumlah pasien yang meninggal karena corona ada 5 orang. Karena itu, pasien meninggal yang dimaksud Gubernur Banten tersebut termasuk 5 orang tersebut atau di luar 5 orang itu.

"Makanya saya tidak tahu, apakah itu positif beneran atau nggak, kan nggak tahu," kata Yuri. "Data yang saya miliki bukan pasien yang dirawat di kampungnya, tapi di rumah sakit."

Yuri juga mengatakan bahwa jumlah 5 pasien yang meninggal itu merupakan jumlah yang dihimpun dari seluruh rumah sakit di Indonesia. Sedangkan Gubernur Wahidin tidak menyebutkan keterangan soal rumah sakit yang sempat merawat korban meninggal dunia virus Corona itu.

Meski begitu, lokasi rumah sakit tempat pasien dirawat merupakan rahasia kedokteran. Lima orang meninggal yang positif Corona itu pun juga tidak semuanya diketahui keterangan lokasi rumah sakit tempat perawatan sebelumnya.

"Dari awal sudah saya katakan, khusus tentang identitas pasien dan nama rumah sakit, saya tidak akan pernah menyampaikan, karena itu etika," pungkasnya. "Yang saya katakan hanya provinsinya saja."

(wk/nidy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait