Anggota DPR RI Fadli Zon mengatakan bahwa wajar apabila Ngabalin kerap dihadirkan dalam diskusi-diskusi politik di stasiun televisi. Pasalnya, ia adalah 'Wajah Pemerintah'.
- Nidya Putri
- Rabu, 18 Maret 2020 - 11:37 WIB
WowKeren - Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin kerap dihadirkan dalam diskusi-diskusi politik di stasiun televisi. Hal ini rupanya menuai respon dari Anggota DPR RI Fadli Zon.
Fadli mengaku tak masalah jika Ngabalin selalu dimunculkan di dialog-dialog televisi. Sebab pemerintah merasa terwakili dengan narasi Ngabalin.
Bahkan dalam kesempatan tersebut, Fadli menyebut bahwa Ngabalin merupakan "Wajah Pemerintahan". “Ngabalin adalah 'Wajah Pemerintahan' ini," cuit Fadli Zon melalui akun Twitternya, Selasa (17/3). "Saya kira tak masalah, artinya memang pemerintah merasa terwakili dengan wajah dan narasi Ngabalin. Kita harus terbiasa menerima bahwa Ngabalin adalah wajah pemerintahan Jokowi."
Rupanya, cuitan Fadli tersebut merupakan respon dari cuitan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo. Roy Suryo mengatakan, Ngabalin mempersiapkan baju gantinya jika dihadirkan di dua stasiun televisi dalam waktu yang sama.
“Ini saya benar2 salut sama Pak AM Ngabalin, sudah mempersiapkan “baju ganti” agar tidak terkesan sama di acara 2Arah @KompasTV karena sebelumnya di @CNNIndonesia. Tetapi Apakah benar @KSPgoid memang tidak ada Narsum lain? Sehingga beliau disebut2 sebagai 'NarSumTap' di TV,” cuit Roy Suryo pada Twitternya.
Sebelumnya diketahui bahwa Fadli Zon dan Ngabalin terlibat dalam debat panas di acara Talkshow TVOne pada Jumat (13/3) lalu. Keduanya berdebat terkait sosok Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang digadang-gadang sebagai kepala otoritas Ibu Kota Baru, di Kalimantan.
Ngabalin berkomentar bahwa Ahok yang menjadi salah satu dari empat calon memiliki kompetensi yang memadai. “Kan kriterinya ada tingkat kompetensi yang memadai, kedua memampuan leadership yang ada, ketiga manajemen, pengalaman, dan usia yang cukup relatif muda bisa bergerak cepat,” katanya.
“Kelima (kriteria) itu ada di 4 orang yang disebut presiden, kalau dia memilih Ahok juga ya Alahamdulillah ini adalah anak bangsa kader bangsa” tambahnya.
(wk/nidy)