Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur Josef Nae Soi menyatakan jika DBD menjadi ancaman utama di provinsi tersebut, namun bukan berarti pemerintah mengesampingkan ancaman virus corona.
- Zodiak Yanuarita
- Kamis, 19 Maret 2020 - 13:29 WIB
WowKeren - Penyebaran virus corona telah menyita perhatian publik di Indonesia. Jumlah kasus pasien positif corona yang terus bertambah membuat masyarakat semakin waspada terkait penyebaran virus Covid-19 ini.
Meski demikian, corona bukan menjadi satu-satunya ancaman penyakit yang ada di Indonesia. Di Nusa Tenggara Timur misalnya. Masyarakat di sana lebih mengkhawatirkan bahaya demam berdarah dengue (DBD) yang tak kalah mematikannya dibanding corona.
Bahkan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur Josef Nae Soi menyatakan jika DBD menjadi ancaman utama di provinsi tersebut. Hingga Senin (16/3), jumlah pasien meninggal akibat DBD dilaporkan mencapai 42 orang. Meski demikian, bukan berarti pemerintah di sana mengesampingkan ancaman corona.
"Untuk Covid-19 kita perlu waspada, tetapi yang perlu dikhawatirkan saat ini adalah masalah DBD," kata Josef dilansir Antara, Kamis (19/3). "Yang saat ini sudah menerjang 22 kabupaten/kota se-NTT."
Adapun kasus DBD terbanyak ada di Kabupaten Sikka dengan jumlah korban meninggal sebanyak 14 orang. Meskipun demikian, jumlah pasien DBD trus mengalami penurunan. Sehingga Pemprov pun terus mengingatkan pemerintah daerah (Pemda) untuk selain waspada penyebaran Covid-19 juga mencegah penyebaran nyamuk penyebab DBD.
"Kami juga sudah mengimbau kepada sejumlah bupati untuk tidak hanya mencegah masuknya virus Covid-19," kata Josef. "Tetapi juga menangani dan mencegah penyebaran nyamuk aedes aegypti yang menyebabkan DBD."
Di lain sisi, ia pun meminta masyarakat untuk membersihkan lingkungan sekitar dari sampah. "Kalau kita mencintai sampah berarti kita pungut sampah dan membuang pada tempatnya, penyakit tidak akan datang, tapi kalau kita membenci sampah, kita buang sembarang maka penyakit akan datang ke pada kita," ucap dia.
Hingga Selasa (17/3), dilaporkan ada sebanyak 3.731 kasus DBD di NTT dengan korban meninggal berjumlah 43 orang. Kematian terakhir terjadi di Kupang. "Data per hari Selasa (17/3) kemarin kasus kematian terakhir akibat DBD terjadi di Kota Kupang, sehingga sampai saat ini jumlah korban meninggal di NTT totalnya menjadi 43 orang," kata Sekretaris Dinas Kesehatan NTT David Mandala masih dilansir Antara.
(wk/zodi)