Menurut Ketua DKM Masjid Raya Bandung Muchtar Gandaatmaja, massa yang berjumlah sekitar 30-50 orang tersebut datang pada Jumat (20/3) hari ini sekitar pukul 13.00 WIB atau selepas zuhur.
- Bertilia Puteri
- Jumat, 20 Maret 2020 - 20:13 WIB
WowKeren - Di tengah pandemi virus corona (Covid-19) yang tengah meluas di Indonesia, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Raya Bandung, Jawa Barat, memutuskan untuk tidak menggelar salat berjamaah dan salat Jumat. Salat berjamaah di Masjid Raya Bandung ditangguhkan hingga ada pemberitahuan lebih lanjut dari Pemprov Jawa Barat.
"Untuk sementara waktu sampai ada pemberitahuan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kota Bandung aman dari Covid-19," tutur Ketua DKM Masjid Raya Bandung, Muhtar Gandaatmaja. "Pengurus Masjid Raya Bandung tidak menyelenggarakan kegiatan salat berjamaah fardhu dan salat Jumat."
Namun, keputusan Masjid Raya Bandung tersebut mendapat respons negatif dari sejumlah massa. Pasalnya, sekelompok massa dikabarkan menurunkan paksa spanduk Maklumat yang berisi soal peniadaan salat berjamaah fardhu dan salat Jumat di Masjid Raya Bandung.
Video aksi massa tersebut viral di media sosial, salah satunya dibagikan oleh akun Twitter @habibthink pada Jumat (20/3) hari ini. Dalam video tersebut, terdengar suara pria yang menyerukan agar DKM tidak takut.
"DKM jangan takut enggak digaji. Jangan takut sama Ridwan Kamil. Takut sama Gusti Allah," seru seorang pria dalam video tersebut. "Allahu Akbar," seru massa usai spanduk maklumat tersebut berhasil diturunkan.
Melansir detikcom, aksi tersebut terjadi pada Jumat (20/3) hari ini, sekitar pukul 13.00 WIB atau selepas zuhur. Menurut Ketua DKM Masjid Raya Bandung Muchtar Gandaatmaja, massa tersebut berjumlah sekitar 30-50 orang. Muchtar lantas kembali menegaskan bahwa Masjid Raya Bandung ditutup sementara untuk mengantisipasi penyebaran virus corona.
"Barangkali begini, harus dipahami bukan menutup, bukan menyegel, kami menutup celah-celah wabah penyakit jangan sampai masuk ke masjid, itu aja intinya," tegas Muchtar. "Hanya kalau ada efek negatif dari ini bukan hanya orang per orang sekitar masjid raya, tapi secara global, kan di dunia sekarang mengalami ekonomi penurunan yang luar biasa. Jadi kami mohon kepada masyarakat membantu lah."
Lebih lanjut, Muchtar menjelaskan bahwa keputusan DKM tersebut telah sesuai surat edaran Gubernur dan Wali Kota. Ia menyebut bahwa pihak Masjid Raya Bandung ingin mengamankan dan juga aktif meminimalisir wabah corona di Kota Bandung.
Oleh sebab itu, Muchtar menegaskan bahwa pihaknya bukan menghalangi warga untuk beribadah, melainkan hanya menghalangi penyebaran virus corona. "Masa sih mau halang-halangi orang mau Jumatan, mau salat. Justru kami menghalang-halangi jangan sampai penyakit kena ke masyarakat, itu saja," pungkas Muchtar.
(wk/Bert)