Aktivis Lingkungan Greta Thunberg Akui Alami Gejala Corona
Getty Images/Anadolu Agency
Dunia
Pandemi Virus Corona

Greta yakin jika dirinya mungkin sudah terinfeksi COVID-19. Gadis berusia 17 tahun tersebut mengaku jika ia mungkin terpapar virus setelah kembali dari Eropa Utara.

WowKeren - Virus corona (COVID-19) telah menyebar ke seluruh penjuru dunia. Bahkan sejumlah tokoh-tokoh penting di dunia pun turut terpapar virus yang menyebar dari Wuhan tersebut.

Yang terbaru, aktivis muda Greta Thunberg mengaku yakin jika dirinya mungkin sudah terinfeksi COVID-19. Dilansir The New York Times pada Kamis (26/3), Greta sendiri memang tidak dikonfirmasi positif terinfeksi virus Corona karena belum melakukan tes. Namun gadis berusia 17 tahun tersebut mengaku jika ia mungkin terpapar virus setelah kembali dari Eropa Utara.


Gadis asal Swedia ini mengaku sudah mengisolasi diri selama dua minggu belakangan dan mulai merasa mengalami gejala-gejala terinfeksi COVID-19 sejak 10 hari lalu. Ayah Greta yang bepergian bersamanya dikatakan juga merasakan hal serupa.

Melalui akun Instagram pribadinya, aktivis lingkungan ini memberikan pesannya untuk para pemuda di seluruh dunia untuk tak menyepelekan virus corona. "Aku mengalami kelelahan, kedinginan, tenggorokan sakit, dan batuk. Ayahku mengalami gejala yang sama tapi lebih parah disertai demam," tulis Greta di Instagram.

Dalam lanjutan keterangannya, Greta Thunberg juga menyebutkan bahwa di Swedia tidak bisa sembarang dilakukan tes COVID-19 kecuali jika benar-benar membutuhkan perawatan medis darurat. Jika ada warga yang merasa sakit, maka mereka disarankan untuk tinggal di rumah dan mengisolasi diri.

"Di Swedia, kamu tidak bisa tes Covid-19 kecuali kamu membutuhkan pengobatan medis darurat. Semua yang merasa sakit diminta untuk tinggal di rumah dan mengisolasi diri," lanjutnya lagi.

Greta kemudian mengaku jika ia kini sudah pulih. Dalam postingan tersebut, gadis yang getol menyuarakan tentang perubahan iklim itu juga mengatakan bahwa ia hampir tidak merasa seperti sakit. Hal itu kemungkinan terjadi karena Greta masih berusia muda.

Untuk itu, ia berpesan untuk sesama anak muda agar tidak menyepelekan virus ini karena bisa membahayakan orang lain. "Banyak orang (terutama anak muda) yang tidak sadar ada gejala sama sekali atau gejala yang sangat ringan. Lalu mereka tidak tahu mereka punya virus itu lalu menyebarkannya kepada grup orang yang berisiko," imbuhnya.

"Kita yang tidak termasuk grup berisiko punya tanggung jawab besar, tindakan kita bisa membuat perbedaan antara hidup dan mati banyak orang. Tolong ingat itu, ikuti saran dari para ahli dan pihak berwajib di daerahmu dan #StayAtHome untuk memperlambat penyebaran virus. Dan ingat untuk selalu menjaga satu sama lain dan bantu yang membutuhkan," pungkasnya.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts