Pemerintah harus menempuh langkah yang lebih cekatan untuk menuntaskan masalah wabah COVID-19 di Indonesia. Salah satunya dengan memodifikasi alat deteksi penyakit TB seperti berikut.
- Elvariza Opita
- Kamis, 02 April 2020 - 11:44 WIB
WowKeren - Jumlah kasus positif COVID-19 di Indonesia terus bertambah setiap harinya. Yang terbaru, pada Rabu (1/4) kemarin, sudah ada 1.677 orang yang dinyatakan positif terinfeksi virus Corona.
Pemerintah jelas tak bisa "lemah lembut" dalam mengatasi wabah ini. Perlu upaya yang agresif untuk bisa menekan laju penyebaran virus hingga ke titik terendah agar tak menginfeksi jauh lebih banyak orang.
Usai menerapkan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), pemerintah juga aktif melakukan rapid test massal. Namun kini pemerintah akan mempercepat pemeriksaan penanganan virus dengan "meminjam" mesin detektor penyakit lain.
Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto, dalam konferensi persnya kemarin. Pada kesempatan itu, Yuri menyebut pemerintah akan menggunakan mesin TB-TCM yang telah dimodifikasi sedemikian rupa untuk mendeteksi COVID-19.
Sebagai informasi, mesin TB-TCM adalah alat yang biasa digunakan dalam tes cepat molekuler untuk mendiagnosis tuberkulosis (TBC). Harapannya penggunaan TCM-TB bisa mempercepat diagnosis COVID-19.
"Kami dalam waktu dekat akan memanfaatkan mesin pemeriksaan TB-TCM yang selama ini sudah tergelar di lebih dari 132 rumah sakit dan kemudian di beberapa puskesmas yang terpilih," jelasnya di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dikutip dari Kompas, Kamis (2/4). "Untuk kita konversi agar mampu melaksanakan pemeriksaan COVID-19."
Harapannya langkah ini bisa memperpendek jarak pemeriksaan spesimen dari RS yang merawat pasien menuju ke laboratorium yang ditentukan pemerintah. Selanjutnya baru sampel itu dilanjutkan dengan uji PCR yang menggunakan antigen dan bersifat pasti.
"Oleh karena itu, dengan TB-TCM, harapan kita adalah makin cepat lagi kita bisa melakukan pemeriksaan secara pasti," terang Yuri. Nanti hasil pemeriksaan dengan PCR lah yang akan tetap menentukan hasil positif atau negatifnya suatu sampel.
Namun perlu ada beberapa langkah preparasi sebelum rencana itu bisa direalisasikan. Seperti misalnya melakukan perubahan setting pada mesin TB-TCM agar bisa menampung sampel COVID-19. Konversi setting ini perlu cartridge yang kini sedang disiapkan oleh pemerintah.
"Kita optimistis bahwa dalam pekan ini kita sudah bisa mulai melakukan itu," pungkas Yuri. "Kita harapkan pada hari ini, atau paling lambat besok, juga sudah bisa masuk cartridge untuk melakukan uji coba mesin tersebut."
(wk/elva)