Fraksi Demokrat DPRD Medan, Ishaq Abrar M Tarigan, menilai jika program pemberian sembako sudah bagus namun pengambilan foto tersebut seharusnya tidak perlu dilakukan.
- Zodiak Yanuarita
- Rabu, 08 April 2020 - 14:22 WIB
WowKeren - Sebuah foto yang memperlihatkan sejumlah warga memegang kertas bertuliskan "Saya orang tidak mampu penerima bantuan" beredar di Medan. Warga tersebut adalah peserta penerima bantuan sembako.
Foto ini pun mendapat perhatian dari DPRD Kota Medan. Fraksi Demokrat DPRD Medan, Ishaq Abrar M Tarigan, menilai jika pengambilan foto tersebut tidak perlu. Menurutnya, program pemberian sembako sudah bagus namun tidak perlu sampai segitunya. Jika memang diperlukan untuk catatan, maka cukup Pemko saja yang tahu.
"Programnya sudah bagus, tapi caranya tidak perlu difoto dengan memegang kertas seperti itu," ujar Ishaq dilansir Detik, Rabu (8/4). "Kalaupun untuk catatan Pemko bagi penerima bantuan, cukup Pemko saja yang tahu. Bisa saja disamakan seperti model PKH yang di mana ditempelkan stiker di rumah masyarakat yang menerima bantuan."
Sementara itu, keberadaan foto tersebut dibenarkan oleh Pemko Medan. Kabag Tata Pemerintahan Pemko Medan Rasyid Ridho Nasution menyebut jika foto itu adalah inisiatif dari pihak kecamatan.
"Iya benar," tutur Rasyid masih dilansir Detik. "Tapi itu tidak ada mekanisme pembagian beras seperti itu. Di Belawan saja. Itu inisiatif Camat Belawan sendiri."
Ishaq berharap agar Pemko Medan segera menegur pihak kecamatan. Pasalnya menurut Ishaq, foto tersebut justru bisa memberikan efek negatif terhadap program pemberian sembako. "Harapan saya Pemko Medan agar memberikan teguran kepada pihak kecamatan agar tidak menimbulkan pandangan negatif terkait program ini," ujarnya.
Beberapa waktu lalu, hal serupa sempat terjadi di Lumajang. Warga Lumajang, Jawa Timur, melayangkan protes terkait Program Keluarga Harapan. Pasalnya, setiap Keluarga Penerima manfaat (KPM) PKH akan diberi label bertuliskan "Keluarga Miskin" di rumahnya. Kebijakan ini dinilai tidak etis.
Keluhan itu pun dengan segera ditanggapi oleh Bupati Lumajang, Thoriqul Haq. "Sebagai saran saya sampaikan terima kasih. Berikutnya yang akan kami prioritaskan adalah lebelisasi bagi keluarga mampu yang terdata sebagai penerima PKH," kata bupati dilansir Kumparan, Rabu (8/4).
(wk/zodi)