Tahanan Turki dan Malaysia Produksi Masker-APD, Napi Di Gorontalo Malah Goyang Tik Tok Saat Bebas
SerbaSerbi
COVID-19 di Indonesia

Para narapidana di Turki dan Malaysia memproduksi masker dan alat pelindung diri untuk membantu tim medis menangani wabah virus corona. Namun napi di Indonesia malah keluar lapas dengan goyang Tik Tok.

WowKeren - Demi mencegah penyebaran virus corona, puluhan narapidana penghuni Lembaga Permasyarakatan (lapas) Kelas II A Gorontalo akhirnya dibebaskan. Sebanyak 66 narapidana bebas usai mendapat asimilasi dengan dipulangkan ke rumah masing masing.

Menariknya lagi, puluhan napi tersebut melenggang keluar lapas sambil berjoget diiringi lagu dari aplikasi Tik Tok, bahkan petugas lapas turut merekam aksi mereka. Video tersebut lantas viral di media sosial.

Kalapas Kelas II A Gorontalo, Ignatius Gunaidi, mengatakan para narapidana yang mendapat asimilasi di rumah merupakan narapidana yang telah menjalani satu per dua masa pidana atau dua pertiga masa pidana hingga 31 Januari 2020.

Berbeda dengan di Indonesia, Napi Turki justru memproduksi masker dan alat pelindung diri (APD) untuk membantu menyuplai rumah sakit. Dilaporkan oleh Daily Times, Selasa (31/3) para tahanan dari enam penjara yang ada di Turki dapat menghasilkan 1,5 juta masker sekali pakai dalam sebulan.


"Lokakarya narapidana di beberapa penjara Turki berkontribusi pada produksi 80 jenis alat medis untuk pasokan rumah sakit, termasuk masker, baju pelindung diri perawat dan ahli bedah," kata pihak kementerian dalam sebuah pernyataan resmi.

Hal serupa juga diterapkan oleh Malaysia. Narapidana di Pahang dan Selangor, Malaysia, telah mengambil tugas untuk menjahit APD. Pasalnya saat ini negara tersebut tengah kekurangan pasokan medis untuk menangani pandemi Covid-19. Di Penjara Kajang, para narapidana bekerja dengan rajin saat mereka mengukur, memotong, dan menjahit pakaian APD biru untuk petugas kesehatan di Rumah Sakit Serdang.

Departemen Penjara Malaysia menunjukkan foto ribuan narapidana mengenakan seragam biru dan masker wajah terlihat fokus menjahit baju APD. “Proses menjahit APD untuk Rumah Sakit Serdang di Penjara Kajang,” tulis pesan yang dirilis Departemen Penjara Malaysia, sebagaimana dikutip dari Malay Mail, Senin (6/4).

Kini, kebijakan pemerintah Indonesia membebaskan napi di tengah wabah corona menuai kontroversi dari banyak pihak. Bahkan media sosial dibuat ramai dengan perbandingan kebijakan yang diambil Indonesia dengan Turki dan Malaysia.

(wk/lail)

You can share this post!

Related Posts