Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menyiapkan program 'Belajar dari Rumah' yang akan ditayangkan di TVRI selama siswa belum kembali ke sekolah akibat Covid-19.
- Bertilia Puteri
- Jumat, 10 April 2020 - 10:55 WIB
WowKeren - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim kembali membuat terobosan di tengah pandemi virus corona (Covid-19) ini. Nadiem menyiapkan program "Belajar dari Rumah" yang akan ditayangkan di TVRI selama siswa belum kembali ke sekolah akibat Covid-19.
"Kami sadar bahwa banyak juga sekolah-sekolah di daerah-daerah, satu tidak punya akses ke internet," tutur Nadiem dalam saluran teleconference pada Kamis (9/4). "Atau pun, dua, masih sulit untuk memahami bagaimana menggunakan platform-platform teknologi. Atau pun ada keterbatasan dana."
Menurut Nadiem, program ini akan mulai bisa ditonton oleh seluruh masyarakat Indonesia mulai Senin (13/4) pekan depan, sejak pukul 08.00 sampai 23.00. Program tersebut akan ditayangkan selama 3 bulan dan kemudian dievaluasi.
Materi pembelajaran yang akan ditampilkan juga mencakup semua jenjang pendidikan, mulai dari PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) hingga SMA atau sederajat. "Konten dari sisi pembelajaran yang disajikan akan fokus meningkatkan literasi, peningkatan numerasi dan penumbuh karakter peserta didik," ujar mantan CEO Go-Jek tersebut.
Nantinya, program "Belajar dari Rumah" akan terdiri dari 720 episode yang ditayangkan selama 90 hari. Jika terbukti efektif, maka Nadiem akan mempertimbangkan untuk memperpanjang penayangan program televisi tersebut.
Meski begitu, Nadiem juga menegaskan bahwa programnya ini tidak ditujukan untuk menggantikan proses pembelajaran yang selama ini dilakukan di sekolah. Program ini hanya menjadi suplemen atau tambahan proses pembelajaran bagi sekolah yang terkendala pandemi corona. Penyediaan fasilitas pembelajaran gratis ini juga diutamakan bagi mereka yang berada di daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T).
"Kemendikbud juga akan selalu melakukan monitoring program ini dengan lembaga non-pemerintah," jelas Nadiem. "Untuk selalu mengkaji kualitas dan apakah program ini program yang berguna."
Program ini nantinya juga akan menayangkan bimbingan untuk orangtua dan guru. Pasalnya, proses pembelajaran yang kini sedang dilakukan dari rumah masing-masing dan orangtua berperan besar di dalamnya. "Sebenarnya banyak juga orangtua yang frustrasi karena ini pembelajaran bagi mereka juga," pungkas Nadiem.
(wk/Bert)