Tak Hanya Jakarta, Angka Kejahatan di Jatim Turun Drastis Imbas COVID-19
Nasional

Komisaris Besar Polisi Trunoyudo Wisnu Andiko Kabid Humas Polda Jatim menuturkan jika angka kejahatan di provinsi mengalami penurunan mulai Februari dan berlanjut ke setelahnya.

WowKeren - Pandemi corona yang sukses memicu kepanikan di tengah masyarakat rupanya membawa "sisi lain" yang perlu disorot. Sebut saja salah satunya berupa angka kejahatan yang mengalami penurunan.

Di Jawa Timur misalnya. Angka kejahatan di provinsi ini menurun drastis sampai 62 persen selama Maret. Penurunan angka kejahatan ini terhitung sejak Februari. Hal tersebut sebagaimana dikemukakan oleh Komisaris Besar Polisi Trunoyudo Wisnu Andiko Kabid Humas Polda Jatim.

"Penurunan ini dampak penanganan COVID-19," kata Trunoyudo dilansir Suara Surabaya, Senin (13/4). "Yakni banyaknya kegiatan secara sinergis antara Pemprov bersama TNI/Polri melalui patroli skala besar."

Selama periode Januari hingga Februari, angka kejahatan di provinsi ini mengalami penurunan sebanyak 21 persen. Penurunan berlanjut hingga ke bulan setelahnya, yang mana makin signifikan bahkan mencapai 62 persen.

Oleh sebab itu, sejauh ini Polda Jatim belum akan menerapkan jam malam. Meski demikian, Trunoyudo menyebutkan jika pihaknya akan terus melihat bagaimana perkembangan situasi ke depannya.


"Soal jam malam, kami tidak menerapkan. Kami akan lihat perkembangan situasi," lanjut dia. "Perlu dipahami, Polda saat ini jadi bagian struktur Gugus Tugas Penanganan COVID-19."

Penurunan angka kejahatan dilaporkan tak hanya terjadi di Jawa Timur. Sebelumnya, hal serupa juga terjadi di Jakarta.

Hal itu terlihat dari menurunnya laporan masyarakat atas kejahatan yang dialami. Hal itu sebagaimana dikemukakan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus.

"Ada penurunan baik dalam jumlah kejahatan dan juga laporan," kata Yusri dilansir Suara, Senin (13/4). "Kita harapkan trend ini bisa bertahan dan terus menurun, sehingga ibu kota menjadi aman."

Selain menurunnya angka kejahatan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi DKI Jakarta mencatat penurunan berat (tonase) sampah yang cukup signifikan. Rata-rata, tonase sampah yang datang dari Jakarta menuju ke TPS Bantargebang turun sebesar 620 ton per hari jika dibandingkan dengan sebelum penerapan wfh.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait