Bentrokan telah terjadi antara TNI dengan Polri di Memberamo Raya, Papua. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyayangkan insiden tersebut yang dinilai sakiti hati rakyat.
- Ruth Meliana
- Senin, 13 April 2020 - 10:46 WIB
WowKeren - Bentrokan antara oknum Tentara Nasional Indonesia (TNI) dengan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) kembali terjadi di Kabupaten Membramo Raya, Papua pada Minggu (12/4). Insiden ini telah merenggut nyawa 3 orang.
Kronologi dan fakta-fakta terkait bagaimana bentrokan ini terjadi diduga akibat kesalahpahaman. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pun mengecam insiden bentrokan berdarah tersebut.
Anggota Komisi I DPR TB Hasanuddin mengatakan jika bentrokan tersebut merupakan kejadian yang begitu memalukan. Apalagi, saat ini masyarakat sedang menghadapi masa-masa sulit akibat pandemi virus corona (COVID-19).
Hasanuddin mengatakan jika seharusnya semua pihak bisa menahan diri khususnya aparat keamanan. Pasalnya, insiden-insiden tersebut dinilai sangat melukai hati rakyat.
”Insiden ini benar-benar melukai hati rakyat,” kata Hasanuddin seperti dilansir CNNIndonesia lewat keterangan tertulis, Minggu (12/4) malam. “Apalagi dilakukan oleh institusi yang seharusnya menjadi garda terdepan pembela bangsa kok malah berseteru. Sungguh memalukan.”
Lebih lanjut Hasanuddin meminta agar pimpinan TNI dan Polri bisa memperketat pengawasan di tingkat bawah. Pengawasan Komandan Kompi dan Komandan Pleton terhadap satuannya menjadi kunci untuk mencegah insiden serupa terulang kembali.
"Insiden ini segera diredam dan jangan sampai meluas hingga menimbulkan aksi saling membela corps,” ujar Hasanuddin. “Segera diproses secara hukum sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku.”
Hal serupa juga dikatakan Anggota DPR dari Fraksi Partai Nasdem Willy Aditya. Ia sangat menyayangkan aksi TNI dan Polri yang melakukan bentrokan untuk kesekian kali. Willy meyakini jika memang ada masalah laten yang telah melatarbelakangi kejadian ini.
Pembentukan Tim Gabungan oleh Polda Papua dan Kodam Cendrawasih juga diapresia Willy. Menurutnya, tim tersebut sangat membantu untuk mengusut tuntas dan memperbaiki hubungan dua institusi keamanan Republik Indonesia tersebut.
”TNI dan Polri harus mampu menunjukkan diri bahwa garda terdepan sektor keamanan,” kata Willy kepada wartawan, Minggu (12/4) “Dan pertahanan negara ini bisa bekerja sama dan bahu-membahu menjaga keamanan bersama.”
(wk/lian)