Puluhan Warga Bogor Terpaksa Isolasi Usai Ikut Tahlilan Pasien Positif Corona
Nasional

Sekretaris Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, Heri Isnandar, mengungkap kalau pasien yang meninggal itu awalnya didiagnosa sakit jantung. Namun setelah hasil tes swab keluar, status pasien ternyata positif Corona.

WowKeren - Baru-baru ini, warga kampung Malang Nengah, Desa Ciseeng, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor. menghadiri tahlilan salah satu warga yang meninggal dunia. Karena ketidaktahuan mereka, puluhan orang melayat ke rumah warga yang meninggal tersebut.

Namun situasi berubah mencekam setelah beredar pesan via WA. Rupanya warga yang meninggal itu dinyatakan positif COVID-19.

"Diimbau kepada seluruh warga Cibeuteung Udik karena di Kecamatan Ciseeng sudah positif ada dua orang yang terkena virus COVID-19. Satu meninggal, satu sudah dikarantinakan bahkan kelemahannya diadakannya tahlilan di rumahnya. Sekarang puluhan orang jadi ODP termasuk kepala desanya. Demikian imbauan kepada seluruh warga Cibeuteung Udik, jangan berkunjung ke wilayah Desa Ciseeng termasuk ke Pasar Ciseeng dan lainnya, dan jangan menerima tamu dari orang-orang desa kita," demikian bunyi pesan WA itu.

Pengumuman itu beredar setelah Bupati Bogor, Ade Yasin, membenarkan kalau salah satu warga Ciseeng meninggal karena Corona. "Bertambah empat kasus baru positif Covid-19 dan satu di antaranya pasien positif yang meninggal dunia. Satu pasien positif yang terkonfirmasi meninggal dunia laki-laki, 48 tahun asal Kecamatan Ciseeng," demikian kata Ade dalam jumpa pers akhir pekan lalu.


Sementara itu, Sekretaris Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, Heri Isnandar, mengungkap kalau pemakaman warga Ciseeng tak sesuai tata cara pemakaman pasien Corona. Ini karena mendiang warga tersebut didiagnosa wafat akibat penyakit jantung meski dokter juga melakukan tes swab.

Setelah jenazah dimakamkan, keluarga menggelar tahlilan yang dihadiri puluhan orang. Tepat di hari kedelapan, keluar hasil tes swab yang menetapkan warga yang wafat itu positif Corona.

"Awalnya enggak tahu, tujuh hari kemudian, Pemkab Bogor mengeluarkan informasi bahwa jasad itu positif corona. Sekampung kaget dan langsung jadi ODP," kata Heri. "Dimakamkan di Cibinong dan tak sesuai protokol COVID-19."

"Menurut informasi dari kepala desa bahwa tidak ada informasi yang bersangkutan itu Corona begitu, karena menurut kepala desa pemakaman pun biasa saja (tidak prosedur pasien Corona) karena dari riwayat jantung yang bersangkutan. Sekitar ada 20 hingga 25 (warga ikut tahlilan) lah itu baru estimasi dari Pak RW, tidak semua sih (satu kampung), mudah-mudahan, belum dilihat juga interaksinya seperti apa, apa cuma datang takziah aja atau berinteraksi dengan tuan rumah," seru Heri.

Saat ini, 20 orang tersebut melakukan isolasi mandiri. Sedangkan anggota keluarga dari pasien yang meninggal dan satu ART akan menjalani tes swab. "Pihak desa akan melakukan tes swab terhadap keluarga pasien. Test swab sementara untuk keluarga dulu," seru Heri.

(wk/riaw)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait