Peneliti ekonomi Indef Bhima Yudhistira menyebut jika program bantuan pemerintah masih belum dimatangkan persiapannya. Misalnya saja Program Kartu Pra Kerja.
- Zodiak Yanuarita
- Senin, 13 April 2020 - 11:21 WIB
WowKeren - Pemerintah telah menyiapkan sederet program bantuan sosial di tengah pandemi corona yang juga ikut melanda Indonesia. Hal itu bertujuan sebagai antisipasi terhadap menurunnya kondisi ekonomi masyarakat di tengah wabah.
Tak sedikit dari masyarakat yang mengeluhkan kondisi ekonomi yang makin sulit. Bahkan, banyak dari para perantau yang nekat pulang ke kampung halaman lantaran sulitnya mendapat penghasilan di kota besar, Jakarta terutama.
Program jejaring pengaman sosial untuk masyarakat kecil maupun Kartu Pra Kerja sudah dibentuk. Namun program ini tidak serta merta sudah bisa dirasakan masyarakat di masa sulit seperti ini.
Peneliti ekonomi Indef Bhima Yudhistira menyebut jika program bantuan pemerintah masih belum dimatangkan persiapannya. Misalnya saja Kartu Pra Kerja dengan pendataan yang kurang sempurna.
"Belum siap sama sekali, bisa dibilang gagap. Masalahnya data masih belum ready, apalagi jumlah bantuan sosial mau dinaikkan," kata Bhima dilansir detikcom, Senin (13/4). "Pendataan kartu Pra Kerja juga masih berantakan dan kurang efektif."
Menurutnya, pemerintah kurang menunjukkan keseriusan dalam melihat dampak ekonomi akibat virus ini. Sehingga ketika virus ini mulai terdeteksi di Indonesia dan jumlah kasus terus meningkat setiap harinya, pemerintah pun "terburu-buru" menyiapkan tindakan.
"Ini awalnya karena pemerintah terlalu anggap enteng," tutur Bhima. "Sehingga jaring pengamannya kurang disiapkan."
Menurutnya, pemerintah seharusnya bisa melakukan pendataan sejak Januari lalu, ketika virus corona belum terdeteksi di Indonesia. "Harusnya, dari Januari pendataan itu sudah berjalan. Apa sulitnya meminta data pendapatan driver ojol yang terdampak dari pihak aplikator. Itu sudah jelas ada by name, by address dan by account," jelas Bhima.
Sementara itu, pendaftaran Pra Kerja sendiri baru saja dibuka yang mana pendaftaran ini sempat mundur dari jadwal yang disiapkan. Hal itu disebabkan karena masih diperlukan pertimbangan teknis. "Ada beberapa pertimbangan teknis. Sehingga belum launching pada pagi ini," kata Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono, Kamis (9/4).
(wk/zodi)