Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, BNPB telah berkoordinasi dengan pihak bank maupun Facebook agar melakukan pemblokiran terhadap akun tersebut.
- Zodiak Yanuarita
- Senin, 13 April 2020 - 13:35 WIB
WowKeren - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menemukan adanya akun Instagram yang mengatasnamakan BNPB. Akun abal-abal ini membuka donasi uang di tengah pandemi COVID-19.
Tak hanya itu, akun tersebut juga menggunakan akun bnpb.go.id. Untuk itu, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB Agus Wibowo mengingatkan kepada masyarakat agar terus waspada.
"BNPB mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam menyikapi bentuk informasi," kata Agus melalui siaran pers, Minggu (12/4). "Khususnya di media sosial, yang digunakan untuk menggalang donasi."
Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, BNPB telah berkoordinasi dengan pihak bank maupun Facebook agar melakukan pemblokiran. Ia mengingatkan bagi masyarakat yang hendak menyalurkan donasi, Gugus Tugas sudah memiliki rekening resmi. "Silakan menyalurkan donasi ke akun resmi kami yang tersedia," ujar Agus.
Hingga saat ini, jumlah donasi yang diterima untuk penanganan virus corona mencapai Rp 194,9 miliar per Minggu (12/4). Hal itu sebagaimana dikemukakan oleh juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19 Achmad Yurianto. "Tercatat sudah lebih dari Rp 194,9 miliar yang terhimpun," ungkap Yuri melalui siaran langsung di akun Youtube Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Minggu.
Ia menilai jika pandemi corona yang melanda Indonesia turut menguji kepedulian sesama masyarakat berikut nilai gotong royong. "Mari, sekali lagi, keyakinan kita bahwa gotong royong, toleransi, kepedulian, inilah yang menjadi budaya utama bangsa kita untuk menangani Covid ini," ujar dia.
Hingga Minggu sore, jumlah kasus COVID-19 di Indonesia terkonfirmasi sebanyak 4.241 kasus. Dari jumlah tersebut, total pasien yang sembuh sebanyak 359 kasus sementara 373 pasien meninggal. "Kasus positif yang kita dapatkan per hari ini sebanyak 399 orang sehingga total menjadi 4.241 orang," ujar Yuri.
(wk/zodi)