Indonesia Police Watch (IPW) menyebut bahwa pertikaian antar aparat yang terjadi di Kabupaten Membramo Raya, Papua, pada Minggu (12/4) pagi kemarin tersebut berawal dari masalah sewa motor.
- Bertilia Puteri
- Senin, 13 April 2020 - 14:57 WIB
WowKeren - Bentrokan yang terjadi antara oknum TNI dan Polri di Kabupaten Membramo Raya, Papua, pada Minggu (12/4) pagi kemarin diketahui merenggut nyawa 3 orang polisi. Indonesia Police Watch (IPW) menyebut bahwa pertikaian antar aparat tersebut berawal dari masalah sewa motor.
"Menurut kronologi yang didapat IPW, pertikaian itu bermula dari sewa-menyewa motor," tutur Ketua Presidium IPW, Neta S. Pane, pada Senin (13/4) hari ini. Awalnya, salah satu anggota Polres Memberamo Raya disebut menyewa motor tukang ojek yang pangkalannya berada di dekat Markas Satuan Tugas Batalion Infanteri 755/Yalet.
Lebih lanjut, Neta menjelaskan bahwa anggota Polres tersebut menyewa motor tukang ojek tersebut dengan perjanjian awal Rp 50 ribu per jam. Namun, tutur Neta, anggota Polres tersebut hanya mau membayar Rp 50 ribu kendati telah menggunakan motor tersebut selama 3 jam. "Dari sanalah kemudian terjadi perselisihan antara tukang ojek dan anggota polisi," ujar Neta.
Anggota Yonif 755 yang bermarkas dekat pangkalan ojek tersebut pun berupaya untuk melerai keributan tersebut. Namun, belakangan malah terjadi keributan yang melibatkan anggota TNI dan Polri.
Anggota Polres Memberamo tersebut akhirnya melaporkan keributan ini kepada rekannya. Menurut Neta, Kapolres Memberamo juga telah mengetahui soal pertikaian ini dan meminta agar anggotanya tidak berbuat apa pun.
Namun, imbauan tersebut tampaknya diabaikan oleh sejumlah anggota Polres yang mendatangi mendatangi Markas Satgas Yonif/755. Baku tembak pun pecah dan menewaskan 3 orang polisi.
Sementara itu, Kepala Subdirektorat Penerangan Masyarakat Polda Papua, Komisaris Anton Ampang, menjelaskan bahwa pemicu bentrokan tersebut adalah kesalahpahaman. Insiden ini terjadi di pertigaan Jalan Pemda I, Kampung Kasonaweja Distrik Memberamo Raya.
Insiden ini merenggut nyawa 3 orang polisi, yakni Briptu Marcelino Rumaikewi, Briptu Alexander Ndun dan Bripda Yosias. Sedangkan 2 orang polisi yang terluka adalah Bripka Alva Titaley dan Brigpol Robert Marien.
Korban luka tengah dirawat di RSUD Kawera Memberamo Raya. Sedangkan, korban tewas telah diterbangkan ke Jayapura untuk dilakukan visum di RS Bhayangkara Jayapura.
(wk/Bert)