Saat sedang membagi-bagikan sembako kepada masyarakat, Arie Untung menceritakan pengalaman menegangkan lantaran ia sempat dikira sebagai maling. Apa penyebabnya?
- Eva Ayu Rahmawati
- Selasa, 14 April 2020 - 13:35 WIB
WowKeren - Arie Untung belum lama ini melakukan kegiatan sosial di tengah wabah virus corona atau Covid-19. Presenter berusia 44 tahun ini membantu masyarakat di sekitar rumahnya dengan membagi-bagikan sembako.
Hal ini ditunjukkan Arie melalui vlog yang diunggah di kanal YouTube Cerita Untungs pada Senin (13/4). Dalam vlog tersebut, Arie mempersiapkan sembako yang hendak di bagikan kepada warga sekitar pada malam hari agar tak memancing perhatian.
"Ini adalah salah satu ide yang mungkin bisa dijalankan sama teman-teman semua. Enggak usah berskala besar, dari setiap orang atau mungkin kita yang punya kelebihan rezeki, kita cukup mendata aja kira-kira ada berapa orang yang butuh dibantu di sekitar rumah kita," ucap Arie. "Jadi kita cari tempat yang membutuhkan. Taruh (sembako) tinggal, taruh (sembako) tinggal. Dekat-dekat rumah aja."
Arie yang dibantu oleh Ketua RT setempat dan temannya pun membagikan sembako dari rumah ke rumah. Suami Fenita Arie tersebut terlihat memakai masker dan kepalanya ditutupi hoodie.
Namun Arie dan temannya sempat dikira sebagai maling dan hampir diteriaki warga. Rupanya Arie tak berkoordinasi dengan Ketua RT di lokasi lain sebelum membagikan sembako. Meski begitu, Arie tetap bersyukur karena bisa membantu sesama.
"Alhamdulilah, menegangkan. Tapi rasanya nikmat. Teman-teman pasti bisa menjalanin, enggak perlu pakai modal besar semampunya aja," ungkap Arie usai membagi-bagikan sembako. "Saya lari ke dalam, gelap-gelapan, tapi tegang, orang lihatin kayak kita mau maling, ada yang mau labrak kita, 'Ngapain!' (Saya bilang) 'Ngasih sembako pak'."
Lebih lanjut, Arie juga menyampaikan pesan ajakan untuk membantu orang-orang terdekat lebih dulu. "Ini yang diajarkan para guru-guru kita. Kalau kita mau menggalang dana, sedekah, tempat jauh, transfer, tapi tetangga kita belum? Aduh, yang pertama adalah orang-orang terdekat. Saudara kita, orangtua, keluarga kita, tetangga, baru sudah lebih tembak keluar," tutur Arie.
(wk/evaa)