Pemerintah Indonesia sedang menyiapkan inovasi membuat ATM beras yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat yang kurang mampu. Lantas bagaimana cara kerjanya?
- Ruth Meliana
- Selasa, 14 April 2020 - 16:26 WIB
WowKeren - Pemerintah Indonesia sedang mempersiapkan inovasi terbaru untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Kementerian Pertanian (Kementan) siap membangun mesin penyedia beras atau disebut ATM (automatic teller machine) beras bagi masyarakat miskin dan dhuafa.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang pertama kali mengumumkan rencana tersebut. Ia menjelaskan jika ATM beras ini nantinya akan bisa mengeluarkan 1,5 kilogram beras bagi warga yang membutuhkan secara gratis.
”Saya lagi membuat ATM beras gratis untuk kaum miskin, dhuafa yang tidak terfasilitasi oleh yang lain,” kata Syahrul dalam virtual launching kerja sama distribusi Kementan dan start up produk pertanian, Selasa (14/4). “Lagi dibuat mesinnya, orang tinggal pencet keluar 1,5 kg.”
Syahrul mengatakan pihaknya masih menyusun skema penerima beras gratis tersebut. Kementan berharap ATM beras yang dirancang bisa digunakan untuk mereka yang bahkan tak memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP).
”Tapi yang tidak punya fasilitas apa-apa, yang dalam bilik gedung, ada 2-3 keluarga di situ. Yang tidak punya KTP mungkin boleh datang,” jelas Syahrul. “Saya sudah minta Pak Sekjen untuk menghitung, ratusan miliar, saya bilang nggak apa-apa, tunda yang lain.”
Meski demikian, Syahrul masih belum menentukan kapan dan bagaimana penerapan ATM beras tersebut akan mulai berlaku. Pasalnya, Kementan masih mencari formulasi yang tepat agar tujuan pembuatan ATM beras itu bisa benar-benar bermanfaat bagi mereka kelompok miskin yang sangat membutuhkan pangan.
Namun, anggaran untuk ATM beras ini telah didiskusikan oleh sejumlah pejabat di kementeriannya. “Saya sudah diskusi, sudah ada (anggaran) sekian ratus miliar," ujar Syahrul.
Persediaan beras dalam negeri saat ini dilaporkan sangat mencukupi bahkan bisa surplus. Tahun ini, Kementan pun menargetkan produksi gabah kering giling (GKG) sebanyak 59,15 juta ton. Target tersebut sudah dihitung berdasarkan metode Kerangka Sampel Area (KSA) oleh Badan Pusat Statistik.
Adapun produksi beras pada bulan April 2020 diprediksi mencapai 5,27 juta ton dari luasan panen sebesar 1,73 juta hektare. Bulan ini merupakan masa puncak panen raya pertama 2020 sehingga dipastikan kebutuhan beras dalam negeri aman.
(wk/lian)