KFC Buka Suara Soal Merumahkan 450 Karyawan Tanpa Sosialisasi
Nasional

Akibat corona, perusahaan tersebut merumahkan 450 karyawannya di Pulau Jawa. Meski demikian, gaji karyawan tetap dibayarkan namun tidak penuh, sekitar 30 hingga 50 persen saja.

WowKeren - Wabah corona turut berbuntut pada sejumlah perusahaan yang terpaksa merumahkan para karyawannya. Salah satunya adalah perusahaan pemegang hak waralaba tunggal Kentucky Fried Chicken (KFC), PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST).

Akibat pandemi ini, perusahaan tersebut merumahkan sebanyak 450 karyawannya yang ada di Pulau Jawa. Meski demikian, gaji karyawan tetap dibayarkan namun tidak penuh, sekitar 30 hingga 50 persen saja.

Namun, keputusan ini diprotes oleh Sekretaris Jenderal Komite Pusat Solidaritas Perjuangan Buruh Indonesia (KP-SPBI) Fatkhul Khoir. Menurutnya, perumahan ratusan karyawan tersebut dilakukan secara sepihak.

"Per tanggal 13 April 2020 sampai dengan batas waktu tidak ditentukan," kata Fatkhul dilansir Katadata, Rabu (15/4). "Sekitar 450-an pekerja KFC Region Jawa dirumahkan tanpa kejelasan sampai kapan mereka akan masuk kembali."

Terkait hal ini, Direktur PT Fast Food Indonesia, Justinus Dalimin Juwono, angkat bicara. Ia mengatakan jika perusahaan mengambil langkah itu lantaran banyak gerai KFC yang tidak boleh beroperasi di tengah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).


"Karena peraturan daerah yang menetapkan," kata Justinus dilansir Kumparan, Rabu (15/4). "Karena COVID-19 yang sedang terjadi di negara kita."

Karyawan yang dirumahkan tersebut, kemungkinan akan kembali dipekerjakan ketika pandemi COVID-19 sudah mereda. "(Mereka) Bekerja lagi kalau suasana COVID-19 ini dinyatakan oleh pemerintah telah pulih kembali," kata dia.

Sementara itu mengenai tuduhan dimana manajamen tidak memberikan sosialisasi perumahan karyawan, Justinus menegaskan jika pihaknya sudah melalui prosedur yang ada. "Tentu saja, kan melalui serikat pekerja disampaikannya," imbuhnya.

Sementara itu, Fatkhul menyebut jika pihaknya tengah melakukan pendataan terhadap berapa banyak jumlah karyawan yang dirumahkan. Meski saat ini sudah ada 450 karyawan yang melaporkan diri namun diperkirakan jumlahnya bisa lebih dari itu. "Semua pekerja resah mengenai nasib mereka," ujarnya.

Pandemi corona membuat para pengusaha tanah air kelabakan. Tak sedikit dari mereka yang terpaksa merumahkan karyawannya, terutama yang bergerak di sektor perhotelan.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait