Satpam berusia 24 tahun tersebut justru tidak taat dan pulang kampung sebelum masa isolasinya selesai. Satpam tersebut beralasan ingin mengikuti acara peringatan 40 hari meninggalnya sang ibunda.
- Bertilia Puteri
- Kamis, 16 April 2020 - 13:02 WIB
WowKeren - Seorang satpam asal Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, yang seharusnya menjalani isolasi mandiri justru pulang kampung. Tak hanya itu, satpam yang seharusnya menunggu hasil tes swab tersebut juga melakukan kontak dengan banyak orang di kampungnya.
Belakangan, hasil tes swab satpam tersebut menyatakan bahwa dirinya positif terjangkit virus corona (Covid-19). Alhasil, sejumlah warga kampung yang sempat melakukan kontak dengan satpam tersebut pun diminta untuk melakukan rapid test Covid-19.
"Tracing masih diupayakan. Selain keluarga, ada banyak orang yang sempat kontak dengan orang itu," tutur Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan, Slamet Widodo, dilansir Kompas.com pada Kamis (16/4). "Nanti mereka akan kita rapid test."
Sebelumnya, satpam RSUP dr Kariadi Semarang tersebut sempat dirawat karena mengalami gejala Covid-19. Usai dirawat beberapa hari, satpam tersebut keluar dari rumah sakit namun diwajibkan untuk menjalani karantina mandiri di rumah dinas Direktur RSUP dr Kariadi.
Sayangnya, pria berusia 24 tahun tersebut justru tidak taat dan pulang kampung sebelum masa isolasinya selesai. Satpam tersebut beralasan ingin mengikuti acara peringatan 40 hari meninggalnya sang ibunda.
"Jadi harusnya masih menjalani isolasi mandiri," ujar Slamet. "Namun, malah balik kampung dengan alasan ada hajatan 40 hari ibunya meninggal."
Dalam tahlilan 40 hari sang ibu, satpam tersebut sempat membagikan makanan kepada warga sekitar. Selain mengadakan tahlilan, satpam tersebut juga sempat bermain voli bersama kawan-kawannya di kampung pada Minggu (12/4) dan Senin (13/4).
Hasil tes swab satpam tersebut pun dirilis pada Selasa (14/4). Karena hasilnya positif, petugas RSUP dr Kariadi langsung mendatangi dan menjemput satpam tersebut untuk kembali diisolasi.
Di sisi lain, Indonesia kini disebut telah melewati fase inisiasi atau gelombang awal penyebaran pandemi corona. Dokter spesialis paru-paru Rumah Sakit (RS) Persahabatan Andika Chandra Putra menilai bahwa Indonesia saat ini memasuki fase akselerasi pandemi tersebut.
Fase akselerasi merupakan fase setelah inisiasi. Fase akselerasi ditunjukkan dengan laporan kasus baru yang terus mengalami peningkatan. Lalu berikutnya ada fase puncak yang ditandai dengan jumlah laporan kasus yang paling tinggi dibandingkan dengan sebelum atau sesudahnya.
(wk/Bert)