Hampir 50 persen dari total kumulatif pasien COVID-19 Indonesia berada di DKI Jakarta. Lebih spesifik, daerah Petamburan Jakarta Pusat menjadi salah satu pusat pasien positif COVID-19.
- Elvariza Opita
- Kamis, 16 April 2020 - 14:14 WIB
WowKeren - DKI Jakarta masih menjadi daerah dengan jumlah pasien positif COVID-19 terbanyak di Indonesia. Dilansir dari laman covid19.go.id, hingga Rabu (15/4) pukul 12.00 WIB tercatat ada 2.474 warga yang sudah dikonfirmasi positif terinfeksi virus Corona atau hampir 50 persen dari total kasus di Indonesia.
Diantara ribuan pasien positif ini, sebanyak 34 orang berada di Kelurahan Petamburan, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Yang membuat situasi terasa mengerikan, sebanyak 25 kasus merupakan pasien yang baru dikonfirmasi dalam rentang 24 jam terakhir yakni hingga Kamis (16/4).
"Iya, ada peningkatan kasus di Petamburan," ujar Kepala Suku Dinas Kesehatan DKI Jakarta Pusat, Erizon Safari, Kamis (16/4). Dengan adanya lonjakan ini, maka praktis Petamburan menjadi kelurahan dengan jumlah kasus positif COVID-19 terbanyak di Ibu Kota.
Yang membuat publik lebih waswas, ke-34 pasien positif ini berada dalam satu kawasan. Yakni di Asrama Sekolah Tinggi Teologi Bethel Indonesia. Lonjakan kasus positif di kawasan itu membuat Sudinkes Jakpus mengategorikannya sebagai satu klaster baru, yakni Klaster Bethel Petamburan.
"Info dari Kapuskesnya itu memang ada asrama untuk orang kristen atau umat nasrani ya," terang Erizon, seperti dilansir dari Kompas. "Jadi itu kayaknya ada klaster baru di sana."
Saat ini puluhan pasien positif itu sudah menjalani isolasi mandiri demi menghindari penularan virus lebih lanjut. Kondisi klinis mereka yang cukup baik menyebabkan para pasien hanya menjalani isolasi mandiri di asrama tersebut.
Tingginya angka pasien positif COVID-19 di DKI Jakarta menyebabkan pemerintah setempat, atas persetujuan Kementerian Kesehatan, menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). PSBB sendiri mulai dilaksanakan sejak Jumat (10/4) pekan lalu.
Sayangnya PSBB ini nyatanya tak benar-benar bisa berlangsung di Ibu Kota. Sebab masih ada beberapa laporan seperti membludaknya jumlah pengguna KRL, volume kendaraan yang tinggi, sampai jalanan yang tetap macet.
(wk/elva)