Apabila belakangan banyak tersiar kabar penolakan sejumlah tenaga medis yang menangani Corona oleh masyarakat, kabar baik dari masyarakat Jogja ini penting untuk diketahui.
- Neressa Prahastiwi
- Jumat, 17 April 2020 - 10:24 WIB
WowKeren - Pandemi Corona atau COVID-19 di dunia, termasuk di Indonesia, membuat masyarakat kini semakin waspada. Apalagi virus asal Wuhan ini bisa saja tidak memiliki gejala apapun, tetapi dapat menular ke sejumlah orang yang imunitasnya sedang melemah.
Oleh sebab itu, banyak masyarakat yang terlampau waspada hingga ke taraf panik. Akibatnya, kepanikan yang tidak perlu seperti menolak jenazah dimakamkan di wilayahnya serta mengucilkan tenaga medis Corona santer terdengar belakangan ini.
Namun, hal berbeda dilakukan masyarakat Yogyakarta. Sebuah video yang dibagikan akun @FXHarminanto memperlihatkan masyarakat sekitar bebondong-bondong menyambut tenaga medis yang akan menempati lokasi karantina di Balai Pusdiklat Kemendagri Yogyakarta pada Kamis (16/4). Sambil membawa spanduk, masyarakat juga tak lupa memakai masker serta menjaga jarak satu sama lain saat penyambutan.
Video tersebut rupanya berasal dari Instagram Kedaulatan Rakyat Jogja, @krjogjadotcom. Masyarakat yang menyambut adalah warga yang tinggal di sekitar Gedung Pusdiklat Depdagri, tepatnya di Kampung Baciro.
"Puluhan warga yang terdiri Pengurus Kampung Baciro, Pengurus RW, Ketua-Ketua RT, Jaga Warga dan Perwakilan warga berbaris di pinggir jalan untuk menyambut kedatangan paramedis Covid-19 DIY yang akan bertugas," tulis akun @krjogjadotcom. " Mereka akan menginap di Gedung Pusdiklat Depdagri/KDN Baciro, RT 36 RW 10, yang berada di lingkungan warga Baciro. Sambutan tersebut sebagai bentuk semangat untuk paramedis.
Salah satu perawat Rumah Sakit di Kota Jogja, Rika Septi Handayani, mengungkapkan rasa terima kasih atas sambutan hangat warga Kampung Baciro. Mewakili tenaga medis, Rika mengaku sangat terbantu dengan apresiasi dan motivasi yang ditunjukkan warga.
"Untuk sementara kami memilih isolasi seperti ini karena tidak ingin keluarga di rumah berisiko," ujar Rika dilansir dari krjogja.com. "Kami terimakasih pada semua yang memberikan dukungan untuk kami dan diberikan tempat tinggal sementara ini."
(wk/nere)