Diskusi online yang digelar Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (Wantiknas) pada Kamis (16/4) kemarin tak disangka-sangka diserang Zoombombing. Bagaimana kronologi kejadiannya?
- Nidya Putri
- Jumat, 17 April 2020 - 11:49 WIB
WowKeren - Imbas wabah virus corona membuat sejumlah pekerja harus dirumahkan. Pekerjaan pun dilakukan dengan bantuan internet dan fasilitas aplikasi yang mendukung seperti Zoom.
Sayangnya, kejadian tak mengenakan kembali terjadi pada pengguna Zoom. Kali ini diskusi online yang digelar Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (Wantiknas) menjadi sorotan karena disusupi adegan mesum atau Zoombombing. Lantas, bagaimana kronologi kejadiannya?
Kejadian bermula saat diskusi yang bertemakan 'Kolaborasi Multistakeholders untuk Memerangi Hoax dan Disinformasi di Tengah Pandemi COVID-19' itu dilakukan dengan menggunakan platform Zoom. Adapun pembicara dalam diskusi tersebut Ketua Tim Pelaksana Wantiknas Ilham Habibie, Anggota Tim Pelaksana Wantiknas Garuda Sugardo, Dirjen IKP Kominfo Widodo Muktiyo, dan Pencipta Aplikasi Drone Empirit Ismail Fahmi.
Direktur Eksekutif Wantiknas Gerry Firmansyah menuturkan, acara dibuka dengan pemaparan dari masing-masing narasumber. Namun, pada saat sesi tanya jawab ada peserta yang mulai mengganggu jalannya acara.
"Pada saat tersebut panitia mengeluarkan peserta tadi, rupanya ada peserta lain yang melakukan hal yang sama," ujar Gerry dilansir detikINET, Jumat (17/4). "Setelah kita keluarkan kedua peserta tadi maka acara dapat dilanjutkan. Sebagai informasi setiap peserta yang masuk akan kami tampung dahulu di waiting room sebelum masuk acara, peserta yang di approved dapat masuk ke acara meeting tersebut."
Lebih lanjut, Gerry mengatakan bahwa pihaknya telah memanfaatkan fitur moderisasi di Zoom. Fitur ini diketahui host bisa mengatur siapa saja yang boleh mengikuti rapat virtual. Dengan kata lain, bila host tidak menerima maka akun yang tidak diinginkan, tidak akan bergabung.
Sayangnya, tanpa disangka-sangka, adegan mesum muncul secara tiba-tiba dalam tampilan layar penuh. Alhasil, peserta yang ikut serta terkaget-kaget dibuatnya.
Peristiwa tersebut tentunya membuat Wantiknas menelusuri kenapa bisa ada adegan mesum muncul di sela-sela diskusi online yang dihelatnya. "Sepertinya ada peserta yang mendaftar menggunakan ID orang lain setelah di-approved, dan setelah acara berjalan merubah namanya kemudian melakukan gangguan," pungkasnya. "Kami sedang coba telusuri."
Sementara itu, Wantiknas masih belum memberi jawaban pasti apakah Zoom akan kembali digunakan sebagai media diskusi selanjutnya. "Saat ini kami sedang menguji beberapa pemanfaatan aplikasi video conference, baik luar maupun lokal, karena saat PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) TIK ini menjadi tulang punggung untuk berkomunikasi," tegasnya.
(wk/nidy)