Presiden Joko Widodo menuntut agar data lengkap soal penanganan COVID-19 di Indonesia dibuka. Hasilnya, hingga Kamis (16/4) tercatat ada 169.446 orang di kategori ODP.
- Elvariza Opita
- Jumat, 17 April 2020 - 15:08 WIB
WowKeren - Pada Senin (13/4) lalu Presiden Joko Widodo mendesak agar data selengkapnya soal penanganan COVID-19 di Indonesia diungkap ke publik. Instruksi sang presiden ini pun langsung dilaksanakan jajarannya pada Selasa (14/4) keesokan harinya.
Pada Selasa lalu Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto, menyebut ada 139.137 orang dalam pemantauan (ODP) COVID-19 di Indonesia. Mengerikannya, baru tiga hari berselang, jumlah itu melonjak sebanyak 30.309 angka sehingga totalnya mencapai 169.446 orang.
Dengan demikian, ada tambahan 3.897 ODP dalam sehari, sebab pada Rabu (15/4) tercatat ada 165.549 orang di kategori tersebut. Tak hanya jumlah ODP yang bertambah, orang di kategori pasien dalam pengawasan (PDP) pun ikut mengalami lonjakan jumlah.
Bila pada Rabu tercatat ada 11.165 PDP, maka pada Kamis (16/4) dilaporkan ada 11.873 orang atau bertambah sekitar 700 orang. Bila dibandingkan dengan hari pertama data dibuka, ada tambahan lebih dari seribu PDP dalam interval tiga hari.
Lebih lanjut, Achmad menyebut sebanyak 39.706 spesimen sudah diperiksa, dengan 34.975 orang diperiksa spesifik terkait COVID-19. Hasilnya 5.516 orang dinyatakan positif, sesuai data yang diperbarui hingga Kamis kemarin, sedangkan 29.459 dikonfirmasi negatif.
"34 provinsi terdampak (COVID-19)," ujar Achmad dalam keterangan persnya di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), DKI Jakarta, Kamis kemarin. "Dan 202 kabupaten/kota yang sudah terdampak."
Demi mengatasi angka terkait COVID-19 yang kian bertambah ini, Indonesia pun menyiapkan sebanyak 32 laboratorium untuk memeriksa sampel-sampel terkait. Namun angka itu belum final sebab pemerintah terus mempersiapkan laboratorium serupa di berbagai wilayah Indonesia.
"Yang lainnya dalam waktu dekat setelah dilakukan setting dan dilengkapi sebagian peralatannya," jelasnya, dilansir dari CNN Indonesia, Jumat (16/4). "Akan segera bisa beroperasi."
Dalam konferensi pers kemarin, Achmad juga menyampaikan sebuah kabar bahagia. Yakni jumlah pasien sembuh yang mengalami lonjakan hingga mencapai 548 orang, melampaui pasien COVID-19 yang meninggal dunia yakni 496 orang.
(wk/elva)