Kelurahan Petamburan kini menjadi penyumbang kasus corona tertinggi di DKI Jakarta dengan 46 kasus. Dari jumlah tersebut, 36 kasus di antaranya adalah penghuni asrama Sekolah Tinggi Teologi (STT) Bethel Petamburan.
- Bertilia Puteri
- Jumat, 17 April 2020 - 15:57 WIB
WowKeren - Sebanyak 36 mahasiswa penghuni asrama Sekolah Tinggi Teologi (STT) Bethel Petamburan, Jakarta Pusat, dinyatakan positif terjangkit virus corona (Covid-19). "36 orang positif Covid-19," tutur Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) I Laksamana Madya TNI Yudo Margono saat dikonfirmasi pada Jumat (17/4) hari ini.
Sebelumnya, pada Kamis (16/4) kemarin dilaporkan sudah ada 34 penghuni asrama STT Bethel yang dinyatakan positif terjangkit virus corona. Kini, jumlah tersebut bertambah menjadi 36 orang.
Puluhan mahasiswa yang positif Covid-19 tersebut kini telah dirujuk ke Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran. "Baru semalam jam 20.00 WIB masuk Wisma Atlet," lanjut Yudo.
Kelurahan Petamburan sendiri kini menjadi penyumbang kasus corona tertinggi di DKI. Dari 2.670 kasus Covid-19 di Jakarta per Kamis (16/4), 46 di antaranya berasal dari Kelurahan Petamburan.
Sedangkan mayoritas kasus corona di Kelurahan Petamburan tersebut terjadi di asrama STT Bethel. Klaster penyebaran corona di asrama STT Bethel ini awalnya bermula ketika seorang penghuni menunjukkan gejala Covid-19 dan menjadi pasien dalam pengawasan (PDP).
Dinas Kesehatan lantas melakukan tracing ke asrama STT Bethel. Rapid test pun dilaksanakan dan dilanjutkan dengan pemeriksaan swab. Hasilnya, didapati 36 orang penghuni asrama positif corona usai menjalani pemeriksaan swab.
"Ya mahasiswa ini kan sama seperti kita juga, kita ini kan mahkluk sosial berinteraksi mereka ke luar ada keperluan dan sebagainya. Kita juga enggak telisik yang pasti di awal ada satu orang yang memang berobat ke dokter, ada gejala," ungkap Wali Kota Jakarta Pusat Bayu Meghantara pada hari ini. "Dan akhirnya kami melakukan rapid semua. Di dalam 2 kali rapid yang positif 41 (mahasiswa), akhirnya kami kami coba (tes) swab dan sebagainya, yang positif akhirnya 36 (mahasiswa)."
Penghuni asrama lain yang tidak dinyatakan positif kini diminta untuk melakukan isolasi mandiri di dalam asrama selama 14 hari. Jumlah mahasiswa yang harus melaksanakan isolasi mandiri pun mencapai 180 orang.
"Sedang kami jadwalkan untuk pemeriksaan swab bertahap untuk sisanya," jelas Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat Erizon Safari. "Karena meskipun rapid test mereka negatif, tapi kami ingin pastikan."
Asrama STT Bethel sendiri juga sudah disemprot disinfektan pada Jumat (17/4) pagi ini. Dengan demikian, para penghuni dapat melakukan isolasi mandiri dengan aman.
(wk/Bert)