Mendagri Tito Karnavian menilai para produsen alkohol itu seharusnya mampu melihat peluang untuk mendulang keuntungan dengan mengalihkan produksi mereka.
- Zodiak Yanuarita
- Jumat, 17 April 2020 - 16:51 WIB
WowKeren - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta kepada para produsen alkohol untuk mengalihkan produksi mereka. Ia ingin agar mereka membuat antiseptik maupun hand sanitizer yang saat ini sangat dibutuhkan untuk mencegah penularan corona.
Menurutnya, para produsen alkohol itu seharusnya mampu melihat peluang untuk mendulang keuntungan dengan mengalihkan produksi mereka ke dua macam bahan tersebut. Selain itu, hal itu juga didukung dengan ketersediaan sumber daya alam yang ada di Indonesia.
"Nah, ini negara hijau, negara tropis, banyak pohon kelapa, pohon nira, perusahaan-perusahaan kimia alkohol juga ada, yang home industry banyak," kata Tito melalui kanal Youtube, Jumat (17/4). "Tapi tadinya dipake buat minuman, buat arak, buat tuak, dibuat cap tikus, nah ini dialihkan, berhenti (produksi) minum-minuman itu, alihkan membuat alkohol sanitizer untuk antiseptik."
Tito yakin bahwa alkohol yang diproduksi bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk melawan virus corona. Namun, alkohol yang diproduksi harus memiliki kandungan di atas 65 persen.
"Virus ini tak kuat dengan alkohol, etanol, 70-73 persen," jelas Mendagri. "Lalu enggak kuat juga dengan disinfektan yang mengandung pemutih. Lalu enggak kuat dengan asam yang keras seperti karbon."
Bukan hanya alkohol, Tito juga menyoroti kelapa sawit yang juga bisa dimanfaatkan sebagai "senjata" untuk melawan virus ini. Misalnya diolah untuk dijadikan sebagai detergen.
"Indonesia produsen nomor satu di dunia untuk minyak kelapa sawit," ujar Tito. "Nah, artinya kita memiliki peluang menciptakan alat perang, sabun, detergen."
Tak hanya bahan-bahan seperti di atas, Tito juga menyarankan agar ke depannya industri dalam negeri mampu menciptakan alat kesehatan secara mandiri. Hal itu senada dengan instruksi Presiden Jokowi pada tanggal 14 April 2020 lalu.
Tak hanya untuk penanganan virus corona saja. Jika industri dalam negeri mampu menciptakan alat kesehatan sendiri maka bisa jadi peluang bisnis yang besar.
Hal senada juga dikemukakan oleh Menteri BUMN Erick Thohir. Ia ingin agar Indonesia tidak terus-terusan bergantung pada asing untuk pemenuhan alat kesehatan.
(wk/zodi)