Pemerintah mencatat adanya tambahan 407 kasus positif COVID-19 pada rentang 24 jam terakhir. Lonjakan ini mengalahkan rekor yang dicatat pada Minggu (12/4) lalu.
- Elvariza Opita
- Jumat, 17 April 2020 - 16:43 WIB
WowKeren - Pemerintah kembali memperbarui data terkait pasien COVID-19 di Indonesia. Namun angka yang dilaporkan pada Jumat (17/4) hari ini cukup menyita perhatian, sebab ada lonjakan pasien positif sebanyak 407 orang dalam rentang waktu 24 jam terakhir, sehingga total kasus mencapai 5.923 orang.
Tambahan 407 kasus ini membuat Indonesia mematahkan rekor tambahan kasus COVID-19 baru. Sebagai informasi, pada Minggu (12/4) lalu Indonesia mencetak rekor dengan tambahan pasien sebanyak 399 orang, kemudian mengalami penurunan pada 2 hari setelahnya, kemudian meningkat lagi, dan mencetak rekor baru pada hari ini.
Dari ribuan kasus ini, sebanyak 520 diantaranya dikonfirmasi meninggal dunia. Dengan demikian ada penurunan presentase kematian akibat COVID-19 meski masih bertahan di kisaran 8 persen atau tetap lebih tinggi dari rerata tingkat kematian secara global.
Kabar baiknya, sebanyak 607 pasien COVID-19 dinyatakan sembuh hingga hari ini. Memang sejak Kamis (16/4) kemarin jumlah pasien sembuh sudah melampaui yang meninggal dunia, bak memberikan secercah harapan untuk penanganan wabah virus Corona di Indonesia.
Dari 5.923 kasus ini, sebanyak 2.815 diantaranya berada di DKI Jakarta. Secara berturut-turut disusul oleh Jawa Barat dengan 632 kasus, Jawa Timur dengan 522 kasus, Sulawesi Selatan dengan 332 kasus, dan Banten dengan 311 kasus.
Dari 5 daerah dengan pasien positif COVID-19 terbanyak se-Indonesia ini, hanya Jawa Timur lah yang belum menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Sebagai pengingat, sejak Jumat (10/4) lalu DKI Jakarta sudah mulai menerapkan PSBB, disusul Bodebek di Jabar pada awal pekan ini, dan akan disusul Tangerang pada Sabtu (18/4) besok.
Makassar sendiri sudah mendapatkan restu untuk melaksanakan PSBB, begitu pula Pekanbaru, Riau. Sementara dengan ratusan kasus positif yang dimiliki, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengaku masih menunggu hasil perencanaan detail dari daerah Surabaya Raya yang digadang-gadang akan menerapkan PSBB.
"Kita menunggu langkah-langkah terukur dari Surabaya Raya," ujar Khofifah, Rabu (15/4). "Apakah Surabaya, apakah Sidoarjo, apakah Gresik, apakah Lamongan seperti apa."
(wk/elva)