Tangis para perawat di RSPAD Gatot Subroto pecah usai berbincang dengan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI, Andika Perkasa melalui sambungan teleconference.
- Wahyu
- Jumat, 17 April 2020 - 19:05 WIB
WowKeren - Para tenaga medis telah berjuang sekuat tenaga untuk menangani seluruh pasien Corona. Mereka rela meninggalkan apa pun demi menjalankan tugas mulianya ini. Saat ini, prioritas bagi mereka adalah kesembuhan para pasien Covid-19.
Berada di posisi para tenaga medis yang saat ini menjadi garda terdepan dalam melawan virus Corona, bukanlah hal mudah. Tak jarang mereka sering menangis dengan segala perasaan yang berkecamuk di dalam hatinya. Namun, mereka khususnya para perawat pasien Corona tidak pernah menunjukkan kesedihannya di depan pasien.
Di bawah rasa takut akan ancaman virus Corona, mereka tetap tegar bekerjasama dengn para dokter dan tenaga medis lainnya menangani pandemi tersebut. Di balik alat pelindung diri (APD) yang menutup rapat tubuh, mereka memyembunyikan kesedihan karena harus terpisah dari keluarga.
Salah satu perawat di Rumah Sakit Rujukan Corona, RSPAD Gatot Subroto bernama Elvi mengungkapkan isi hatinya kala dihubungi oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI, Andika Perkasa melalui sambungan teleconference. Mewakili rekan seperjuangannya, ia tak kuasa menahan haru.
Pandemi Covid-19 memaksa Elvi dan rekan-rekannya untuk tidak pulang hingga 2 bulan. Hal yang sangat menjadi berat bagi Elvi dan rekan-rekannya adalah tidak bisa bertemu dengan orangtua dan anak.
"Kebetulan sudah tidak bertemu sejak Januari, tidak ketemu orangtua. Perhatian ini menjadi motivas buat kami," tutur Elvi dalam teleconference.
"Ijin kami sudah kurang lebih dua bulan tidak pulang. Alhamdulillah diberi penginapan di sekitar sini," sahut perawat lainnya sambil menangis.
Dari ruangan lain, perawat atas nama Yurna juga menyampaikan hal yang sama. Dari balik masker, mereka berupaya tegar menahan tangis.
"Doakan kami di sini semakin sehat dan kami bisa pulang ke rumah ketemu keluarga. Sudah sebulan lebih saya di sini," kata Yurna.
Mereka pun takut pulang. Bukan hanya demi pasien, namun juga untuk menjaga kesehatan keluarga di rumah. Para perawat berharap pandemi Corona bisa segera berakhir.
"Kami berharap wabah ini cepat berlalu. Diberi kesehatan untuk semua," ucap perawat lainnya.
(wk/wahy)