Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo juga sempat menyampaikan perintah Presiden Joko Widodo soal upaya pengurangan angka kematian Covid-19.
- Bertilia Puteri
- Senin, 20 April 2020 - 17:55 WIB
WowKeren - Pemerintah Indonesia buka suara terkait akhir pandemi virus corona (Covid-19). Menurut Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo, hingga saat ini masih belum ada ahli yang bisa memastikan kapan pandemi corona akan berakhir. Doni juga menyebut bahwa berbagai penelitian yang ada hanyalah sebuah prediksi tentang lamanya pandemi.
"Bapak Presiden menekankan pentingnya kerja sama, gotong-royong dari lembaga internasional juga memberi apresiasi kehadiran relawan di Tanah Air," tutur Doni dalam jumpa pers online pada Senin (20/4) hari ini. "Ini bisa menjadi modal sosial kita yang kuat karena melihat kapan berakhirnya Covid ini, belum ada satu pun ahli yang bisa memastikan. Semua masih dalam bentuk prediksi dan juga analisis."
Lebih lanjut, Doni menjelaskan bahwa upaya yang saat ini bisa dilakukan adalah memaksimalkan upaya pencegahan. Dengan demikian, tutur Doni, maka angka penyebaran Covid-19 dapat ditekan.
"Stamina sosial kita melalui gotong royong, yang mana gugus tugas juga menggunakan metode penta helix berbasis komunitas dalam melakukan upaya-upaya," jelas Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tersebut. "Khususnya pencegahan."
Sebagai informasi, metode penta helix berbasis komunitas ini mengacu pada kekuatan pemerintah, masyarakat, akademisi, dunia usaha, dan media. Dalam kesempatan tersebut, Doni juga menyampaikan perintah Presiden Joko Widodo soal upaya pengurangan angka kematian Covid-19.
Salah satu langkah yang disebutnya dapat dilakukan adalah dengan memberikan informasi positif kepada pasien Covid-19 yang tengah dirawat demi menumbuhkan optimisme dan semangat untuk meningkatkan imunitas dan mempercepat kesembuhan. "Pak Presiden menekankan upaya agar kita bisa kerja lebih keras lagi untuk mengurangi kematian dan meningkatkan pasien sembuh. Oleh karenanya kerja sama dari semua pihak sangat dibutuhkan," terang Doni.
Sebelumnya Doni juga sempat membahas soal Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diakuinya kurang optimal. Menurut Doni, biang kerok yang membuat PSBB belum optimal adalah masih banyaknya kantor dan pabrik di luar usaha yang tetap beroperasi. Hal ini membuat para pekerja kantor dan buruh pabrik tersebut masih tetap beraktivitas di luar rumah.
"Yang belum optimal terkait kegiatan perkantoran dan juga kegiatan pekerjaan di pabrik," ungkap Doni. "Sehingga mengakibatkan sejumlah moda transportasi masih dipenuhi oleh warga masyarakat."
(wk/Bert)