Tol Trans Sumatera Punya Terowongan Khusus, Pengendara Lewat Bisa Lihat Gajah Wara-Wiri
Nasional

Tak hanya satu, akan ada 6 terowongan khusus untuk perlintasan gajah. Terowongan tersebut ditujukan sebagai upaya konservasi gajah sehingga tidak akan mengganggu habitat satwa.

WowKeren - Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) di Ruas Pekanbaru-Dumai akan memiliki terowongan khusus untuk gajah. Tol dengan terowongan gajah ini akan menjadi yang pertama di Indonesia.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menargetkan jika Tol Pekanbaru-Dumai sepanjang 131 kilometer itu bisa rampung pertengahan tahun ini. Tugas ini akan diserahkan pada PT Hutama Karya.

Tak hanya satu, akan ada 6 terowongan khusus untuk perlintasan gajah. Yakni terletak di seksi II Sungai Tekuana, dan seksi IV yang dekat dengan Suaka Margasatwa Balai Raja. Terowongan tersebut ditujukan sebagai upaya konservasi gajah sehingga tidak akan mengganggu habitat satwa tersebut di Sumatera.

"Hutama Karya memastikan bahwa pembangunan tol Pekanbaru-Dumai tak merusak lingkungan dan ekosistem," kata Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Muhammad Fauzan, Senin (20/4). "Serta tidak mengganggu habitat asli gajah liar di sekitarnya."


Dilansir Kumparan beberapa ekor gajah sudah mulai terlihat berjalan-jalan di terowongan yang telah terbangun. Terkait progres pembangunan, Fauzan menyebut sudah hampir selesai. Selanjutnya tinggal pembangunan di seksi 5.

"Saat ini tol Permai seksi 5 (Duri Selatan – Duri Utara) progresnya sudah 99 persen," jelas Fauzan. "Dan hanya meninggalkan pemasangan erection girder akhir saja."

Untuk bisa menyelesaikan ruas ini sesuai target yang telah dijadwalkan, pembangunan tetap dilanjutkan di tengah pandemi corona. Oleh sebab itu, pihak perusahaan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Selain membagi shift secara teratur, pihaknya juga tidak menambah pekerja dari luar.

"Kami terapkan protokol kesehatan yang ketat buat teman-teman proyek," jelas Fauzan. "Tidak ada penambahan pekerja dari luar untuk kontraktor, tidak boleh ada lembur, pembagian jadwal shift pekerja proyek yang jelas, hingga pengecekan suhu tubuh di setiap pergantian shift."

Sebagai Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) Trans Sumatera, Hutama Karya bekerja sama dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Riau. Perusahaan ini juga berkoordinasi dengan sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di bidang konservasi hewan.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait