Viral Pengendara Moge Kebut-Kebutan dan Terobos Razia PSBB, Ini Kata Polda Metro Jaya
Instagram
Nasional

Dalam video tersebut, tampak sejumlah petugas kepolisian yang hendak memberhentikan beberapa pengendara moge untuk memberi arahan terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

WowKeren - Media sosial dikejutkan oleh video yang menunjukkan rombongan motor gede (moge) yang menerobos hadangan petugas kepolisian. Diketahui, para petugas kepolisian tengah melakukan razia terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan di tengah pandemi corona (Covid-19).

Video viral tersebut dibagikan oleh akun Instagram @rahf.mv pada Senin (20/4). Dalam video tersebut, tampak sejumlah petugas kepolisian yang hendak memberhentikan beberapa pengendara moge untuk memberi arahan terkait PSBB.

Sayangnya, para pengendara moge tersebut justru tancap gas dan kabur. Melansir Kompas.com, kejadian dalam video tersebut terjadi di Jalan Pattimura, Jakarta Selatan.

Meski demikian, polisi berhasil menghentikan salah seorang pengendara moge. Petugas pun dengan tegas meminta agar pengendara tersebut memanggil rekan-rekannya yang kabur.


"Saya tidak mau tahu, panggil semua teman-teman kamu yang kabur. Kamu tidak panggil teman-temannya, motor kalian saya tahan," ucap seorang petugas dalam video tersebut. "Itu tidak menghargai petugas namanya. Saya tidak tilang, dalam situasi seperti ini (PSBB) saya hanya menertibkan dan lihat surat-surat."

Menanggapi hal ini, Polda Metro Jaya pun buka suara. Menurut Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Fahri Siregar, pengemudi yang tidak tunduk terhadap perintah petugas dapat dikenai pasal.

"Jika menghindari dari razia, itu sama saja tidak mengindahkan perintah petugas untuk diberhentikan," tutur Fahri dilansir Kompas.com pada Selasa (21/4) hari ini. "Itu bisa dikenalan Pasal 282 (UU LLAJ)."

Sementara itu, Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting ( JDDC) Jusri Pulubuhu menilai bahwa video viral tersebut menunjukkan bahwa kesadaran dan pemahaman masyarakat terhadap kondisi di pandemi corona ini masih lemah. Para oknum bikers disebut justru memanfaatkan penerapan PSBB ini.

"Ini bukti lemahnya kesadaran dan pemahaman terhadap pandemi, yang kedua mungkin mereka sudah mengerti kondisinya, tapi empatinya, moral bertanggung jawabnya yang kurang," ujar Jusri. "Ini hanya oknum dan tidak mewakili seluruh bikers, yang perlu diimbau adalah kesadaran masing-masing melalui komunitas untuk menyadarkan dan mengingatkan."

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait