Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus, kapal yang berlayar dari Surabaya dan kini berlabuh di Tanjung Priok tersebut membawa 161 orang penumpang dan 111 orang ABK.
- Bertilia Puteri
- Selasa, 21 April 2020 - 17:00 WIB
WowKeren - Belasan anak buah kapal (ABK) KM Nggapulu yang bersandar di Dermaga 106 Tanjung Priok, Jakarta Utara, terindikasi positif virus corona (Covid-19). Diketahui, Polda Metro Jaya dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Tanjung Priok melakukan pengecekan risiko infeksi Covid-19 terhadap para penumpang dan ABK kapal tersebut pada Senin (21/4) kemarin.
Pemeriksaan tersebut dilakukan di ruang tunggu Terminal Penumpang Nusantarapura Pelabuhan Tanjung Priok pada pukul 13.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB. Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus, kapal yang berlayar dari Surabaya tersebut membawa 161 orang penumpang dan 111 orang ABK.
"Hasil pemeriksaan rapid test dari Tim Kesehatan KKP Tanjung Priok ditemukan 16 ABK yang terindikasi Covid-19," ungkap Yusri pada Selasa (21/4) hari ini. 16 ABK yang terindikasi positif corona lantas dibawa ke Rumah Sakit Pelni Petamburan, Jakarta Barat, pada pukul 18.30 WIB kemarin.
Belasan ABK yang diangkut oleh 6 mobil ambulans tersebut tiba di RS Pelni sekitar pukul 19.00 WIB. KM Nggapulu sendiri disebut Yusri telah berlabuh di luar dam Pelabuhan Tanjung Priok.
Sementara itu, 95 ABK yang tidak terindikasi positif kini menjalani isolasi mandiri di dalam kapal selama 2 minggu. "95 ABK akan dikarantina mandiri (ODP) di atas kapal selama 14 hari dan mendapat pengawasan dari KKP Tanjung Priok," tutur Yusri.
Di sisi lain, pemerintah Indonesia telah mengonfirmasi 6.760 kasus Covid-19 per Senin (20/4) kemarin. Dari jumlah tersebut, 747 orang di antaranya dinyatakan telah sembuh dan 590 orang di antaranya dilaporkan meninggal dunia.
Pemerintah pun mengambil sejumlah langkah untuk menekan penyebaran Covid-19, salah satunya adalah penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Selain itu, Presiden Joko Widodo baru saja mengumumkan larangan mudik bagi masyarakat Indonesia pada Lebaran tahun ini.
"Hari ini saya ingin sampaikan juga bahwa mudik semuanya akan kita larang," kata Jokowi saat membuka Rapat Terbatas melalui video conference di Istana Merdeka, Selasa (21/4) hari ini. Langkah ini diambil sang presiden usai pemerintah melakukan pelarangan mudik bagi para pekerja di instutusi pemerintahan yakni aparatur sipil negara (ASN) dan juga jajaran TNI/Polri.
(wk/Bert)