Hari Kartini, Pesan Khofifah: Perempuan Harus Tangguh Lawan Wabah Corona
Nasional

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa telah menyampaikan pesan di peringatan Hari Kartini kepada wanita-wanita Indonesia agar tetap tegar dalam menghadapi wabah corona.

WowKeren - Peringatan Hari Kartini jatuh setiap tanggal 21 April. Dalam peringatan Hari Kartini tahun ini, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan pesan-pesannya terhadap kaum wanita di Indonesia.

Khofifah mengatakan jika Hari Kartini di tahun ini memang terasa begitu berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Hal ini akibat adanya pandemi virus corona (COVID-19) yang tengah mengguncang dunia, termasuk Indonesia.

Seperti yang diketahui, kasus virus corona telah mencatatkan lebih dari 2,4 juta kasus menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Virus corona juga hingga Selasa (21/3) telah menewaskan lebih dari 170 ribu orang di seluruh dunia.

Tentunya pandemi ini telah menciptakan kepanikan oleh masyarakat luas. Khofifah lantas menyoroti peran setiap perempuan semasa pandemi virus corona ini di Indonesia.

Mantan Menteri Sosial ini mengatakan jika peran setiap perempuan sedang benar-benar diuji di tengah situasi darurat ini dalam segala bidang kehidupan. Tidak hanya di sektor domestik rumah tangga, namun juga pendidikan dan ekonomi.

Khofifah bahkan menyoroti para wanita yang bekerja sebagai tenaga kesehatan dan menjadi garda terdepan penanggulangan corona. Menurutnya, peran perempuan tersebut semakin besar lantaran harus menghadapi bahaya maut setiap harinya.


”Jadi tahun ini bukan lagi berbicara tentang kesetaraan,” ujar Khofifah dalam keterangan tertulis, seperti dilansir dari Detik pada Selasa (21/4). “Tapi signifikansi peran dan tanggung jawab yang diemban para perempuan tersebut.”

Berdasarkan data yang dirilis Persatuan Perawat Nasional Indonesia atau PPNI, mayoritas perawat yang meninggal adalah perempuan. Dari 16 orang perawat yang meninggal akibat COVID-19, 11 orang di antaranya adalah perempuan.

Lebih lanjut Khofifah juga menyoroti perempuan rumah tangga biasa. Ia mengatakan jika meski tidak bekerja, kaum wanita yang tinggal di rumah tetap berjuang menjaga keselamatan seluruh anggota keluarga dengan menjaga kesehatan mereka lewat asupan gizi.

Khofifah mengaku sangat mengapresiasi perjuangan perempuan selama masa pandemi COVID-19 ini. Selain harus mengerjakan banyak hal, para perempuan Indonesia tetap berdiri tangguh dengan seluruh peran yang diemban.

Setiap ibu rumah tangga di Indonesia contohnya memiliki tanggung jawab yang semakin berat. Pasalnya, mereka saat ini lantaran harus menjadi teman sekaligus guru bagi anak-anak selama masa belajar di rumah.

Perempuan juga disebutkan Khofifah banyak yang bertanggung jawab dalam mengelola cashflow agar dapat memenuhi kebutuhan anggota keluarga di masa darurat ini. “Bukan tidak mungkin pendapatan keluarga berkurang atau bahkan terkena PHK, sehingga peran perempuan dalam mengatur keuangan rumah tangga sangat dibutuhkan,” pungkasnya.

(wk/lian)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait