Kasus Corona RI Terus Meningkat, Pemerintah Akui Telat Deteksi Dini
Xinhua/AP/Cheng Min
Nasional

Untuk mendeteksi corona sedini mungkin, pemerintah telah mengupayakan untuk meningkatkan kapasitas laboratorium pengujian tes reagen PCR dan rapid test.

WowKeren - Tingkat kematian pasien COVID-19 di Indonesia relatif tinggi. Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito menyebut jika hal itu disebabkan karena deteksi dini yang terlambat.

"Tingkat kematian yang tinggi untuk COVID-19 di Indonesia saat ini karena keterbatasan dan keterlambatan untuk deteksi dini," ujar Wiku dalam jumpa pers yang disiarkan melalui akun YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (23/4).

Untuk mendeteksi pasien yang terjangkit corona sedini mungkin, pemerintah telah mengupayakan untuk meningkatkan kapasitas laboratorium pengujian tes reagen PCR maupun rapid test. Selain itu, pemerintah juga berusaha untuk bersifat transparan dalam menyajikan data kasus COVID-19, termasuk mengenai jumlah pasien meninggal.

"Sebagai gugus tugas, kami perlu menjawab dan memastikan," lanjut Wiku. "Masyarakat yang terus bertanya tentang transparansi data."


Demi memaparkan data yang transparan ke masyarakat, pemerintah tak hanya memaparkan data kasus positif, sembuh, dan pasien meninggal. Namun juga berapa jumlah PDP dan ODP. "Peningkatan kualitas data juga perlu dilakukan sehingga data tingkat kematian menjadi lebih dipercaya," ucap Wiku.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo alias Jokowi mengakui jika ia sempat meminta jajarannya untuk berhati-hati dalam menyampaikan data pasien corona. Pasalnya, ia tak ingin membuat masyarakat panik.

"Kita sampaikan awal-awal saat ditemukan pasien 01, 02. Saya menyampaikan agar hati-hati menyampaikan informasi ke lapangan agar tidak membuat masyarakat panik," kata Jokowi dalam acara "Mata Najwa", Rabu (22/4). "Karena kalau panik, sistem kesehatan nasional kita enggak akan mampu menangani ini."

Beberapa waktu lalu, Peneliti Bidang Sosial, The Indonesian Institute, Center for Public Policy Research (TII), Vunny Wijaya, menyebut jika Indonesia kehilangan waktu emas dalam melakukan deteksi dini pasien corona.

"Pengumuman Darurat Kesehatan tersebut sangatlah tepat," kata Vunny dilansir Republika, Kamis (23/4). "Namun, Indonesia telah kehilangan golden time dalam deteksi dini pasien."

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait