Stafsus Presiden Jokowi Bidang Ekonomi dan Keuangan, Andi Taufan akhirnya mengundurkan diri usai menjadi sorotan karena menyurati para Camat di Indonesia untuk memberi dukungan kepada relawan PT Amartha Mikro Fintek demi melawan corona.
- Nidya Putri
- Jumat, 24 April 2020 - 12:37 WIB
WowKeren - Staf khusus (Stafsus) Presiden Joko Widodo Bidang Ekonomi dan Keuangan, Andi Taufan Garuda Putra menyatakan pengunduran dirinya pada hari ini (24/4). Hal ini menindak lanjuti kasusnya yang menyurati para Camat di seluruh Indonesia untuk mendukung relawan PT Amartha Mikro Fintek ("Amartha") dalam melawan virus corona (Covid-19).
"Perkenankan saya untuk menyampaikan informasi pengunduran diri saya sebagai Staf Khusus Presiden Republik Indonesia yang telah saya ajukan melalui surat pada 17 April 2020 dan kemudian disetujui oleh Bapak Presiden," kata Andi Taufan dalam suratnya, Jumat (24/4).
"Pengunduran diri ini semata-mata dilandasi keinginan saya yang tulus untuk dapat mengabdi secara penuh kepada pemberdayaan ekonomi masyarakat, terutama yang menjalankan usaha mikro dan kecil," lanjutnya.
Nama Andi menjadi sorotan usai menyurati para Camat di seluruh Indonesia. Dalam surat yang viral di media sosial tersebut, Andi menyebut bahwa pihaknya telah menerima komitmen dari PT Amartha Mikro Fintek ("Amartha") untuk menjalankan program tersebut di area Jawa, Sulawesi, dan Sumatera. Cakupan komitmen bantuan yang akan diberikan kepada Amartha sendiri adalah edukasi tentang Covid-19 dan pendataan kebutuhan APD di Puskesmas.
Usai surat tersebut viral tentunya, Andi mendapatkan sejumlah kritikan. Ia pun memberikan klarifikasi terkait surat tersebut, tak lupa ia juga meminta maaf dan dan menarik kembali surat yang ditujukan kepada para Camat se-Indonesia tersebut. "Saya mohon maaf atas hal ini dan menarik kembali surat tersebut," tutur Andi pada Selasa (14/4).
Sebelumnya, salah satu staf khusus milenial Presiden Jokowi juga telah mengundurkan diri dari posisinya. Adalah Belva Devara yang merupakan Founder & CEO Ruangguru yang mengundurkan diri pada Selasa (21/4) lalu usai tersandung isu konflik kepentingan di program Kartu Pra Kerja.
(wk/nidy)