Indonesia Diprediksi Lebih Lama Akhiri Pandemi Corona Dibanding Negara Lain
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Prediksi tersebut dilakukan lewat simulasi data menggunakan teknologi artificial intelligence (AI) yang dirancang oleh Data-Driven Innovation Lab milik Singapore University of Technology and Design.

WowKeren - Akhir pandemi virus corona (Covid-19) di sejumlah negara diprediksi oleh Singapore University of Technology and Design (SUTD). Prediksi tersebut dilakukan lewat simulasi data menggunakan teknologi artificial intelligence (AI) yang dirancang oleh Data-Driven Innovation Lab milik SUTD.

Untuk memprediksi akhir pandemi corona di 27 negara, mereka menggunakan model matematis SIR (suspectible- infected-recovered). Sebagai informasi, model ini menggunakan metode analisis statistik yang didasarkan pada data jumlah individu maupun populasi yang rentan, positif terinfeksi, dan sembuh.

Prediksi yang menggunakan model ini cenderung berubah dengan data yang selalu diperbaharui setiap harinya. Berdasarkan simulasi data pada Sabtu (25/4), Indonesia berada di posisi ke-24 dari 27 negara yang bisa mengakhiri pandemi corona paling cepat.

Berdasarkan prediksi ini, Indonesia diperkirakan baru bisa mencapai akhir pandemi pada 6 Juni 2020 mendatang. Butuh waktu sekitar 1,5 bulan lagi untuk Indonesia mencapai akhir pandemi, ini termasuk salah satu yang terlama jika dibanding dengan negara lain.


Kasus positif Covid-19 di Indonesia juga disebut bakal mencapai 97 persen dari yang diperkirakan pada 6 Juni 2020. Hanya ada 3 negara lain yang butuh waktu lebih lama dari Indonesia untuk mencapai akhir pandemi, yakni Pakistan (8 Juni), Qatar (26 Juli) dan Bahrain (6 Agustus).

Sementara itu, negara yang diprediksi dapat mencapai akhir pandemi corona paling cepat adalah Jerman (2 Mei), Spanyol (3 Mei), Prancis (5 Mei) dan Italia (7 Mei). Meski Indonesia diprediksi bisa mengakhiri pandemi corona pada bulan Juni, masyarakat tetap perlu menerapkan aturan pencegahan penyebaran virus corona untuk menjaga diri.

Melansir Kumparan pada Senin (27/4), perkembangan kasus virus corona di Indonesia dalam sebulan terakhir belum menunjukkan tanda-tanda musnahnya pandemi tersebut dalam waktu dekat. Oleh sebab itu, pemerintah terus menggalakkan tes massal meskipun alat deteksi Covid-19 terbatas.

Sebelumnya, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo, mengungkapkan bahwa kasus corona diprediksi bisa turun pada bulan Juni. Ia juga menyebut bahwa rakyat diharapkan sudah bisa beraktivitas normal mulai bulan Juli.

Sementara itu, Istana Kepresidenan memprediksi jika puncak pandemi bisa saja terjadi pada pertengahan Mei dan kemudian akan mengalami penurunan. Namun menurut Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Brian Sriprahastuti, hal tersebut hanya bisa direalisasikan apabila penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) bisa berjalan secara efektif.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts