AS Klaim Tiongkok Kirim Alat Tes Corona Palsu
Dunia

Tudingan ini muncul setelah Penasihat perdagangan Gedung Putih, Peter Navarro, menyebut Tiongkok telah menyebarkan corona ke seluruh dunia setelah menyembunyikan virus tersebut.

WowKeren - Penasihat perdagangan Gedung Putih, Peter Navarro, menuding Tiongkok telah mengirim alat uji antibodi virus corona berkualitas rendah bahkan palsu ke Amerika Serikat (AS). Menurutnya, Tiongkok berupaya untuk memanfaatkan pandemi virus corona untuk mencari keuntungan.

"Dari alat uji itu kita bisa menemukan orang yang kebal terhadap virus, tapi Tiongkok membawa tes palsu dan itu sangat menganggu. Ada banyak tes antibodi yang datang dari Tiongkok kualitasnya sangat rendah dan hasilnya kerap salah," ujar Navarro kepada Fox and Friends, seperti dikutip dari Reuters pada Selasa (28/4).

Navarro lantas menuduh Tiongkok telah menyebarkan virus corona ke seluruh dunia setelah menyembunyikan virus tersebut selama enam minggu. "Mereka menyembunyikannya di Wuhan, kemudian menyebarkannya ke seluruh dunia. Ratusan ribu warga Tiongkok bepergian ke Milan, New York, dan tempat-tempat lain," tuding Navarro.

Tiongkok sendiri belum memberikan jawaban apa pun soal tudingan Navarro. Namun pada Sabtu (25/4) lalu, Kementerian Perdagangan Tiongkok telah menetapkan persyaratan ketat terhadap sejumlah produk peralatan kesehatan yang digunakan untuk melawan virus corona. Mereka harus mendapatkan persetujuan sebelum diekspor, selama negara-negara pengimpor menyetujuinya.

Sementara itu, belakangan ini ketegangan antara Tiongkok dan AS memang terus memanas. Bahkan Presiden AS Donald Trump menyerukan dilakukannya penyelidikan independen untuk menyingkap asal-usul virus. Pemerintahan Trump curiga virus corona berasa dari sebuah laboratorium di Wuhan.


Bukan hanya itu saja, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo juga menuding bahwa Tiongkok telah menyembunyikan virus corona sejak awal November 2019 lalu. Tudingannya tersebut menyusul pernyataannya tentang Tiongkok yang dinilainya sama sekali tak transparan soal virus corona dan membuat banyak negara menjadi kesulitan menghadapi pandemi ini.

"Anda akan ingat bahwa kasus-kasus pertama ini diketahui oleh pemerintah Tiongkok mungkin paling cepat pada awal November, tetapi pada pertengahan Desember (baru terungkap ke publik)," kata Pompeo dalam sebuah wawancara.

"Mereka lambat mengidentifikasi ini untuk siapa pun di dunia, termasuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)," lanjutnya. "Masalah transparansi ini penting bukan hanya sebagai masalah historis untuk memahami apa yang terjadi pada bulan November dan Desember dan Januari, tetapi juga penting hingga hari ini," tegasnya.

Pompeo mengatakan Amerika Serikat masih menginginkan lebih banyak informasi dari Tiongkok termasuk sampel asli virus COVID-19 yang terdeteksi di kota metropolitan Wuhan. "Ini masih berdampak banyak kehidupan di sini di Amerika Serikat dan, terus terang, di seluruh dunia," imbuhnya lagi.

Pemerintah Tiongkok sendiri telah membalas pernyataan Pompeo dan mengatakan bahwa tuduhan Menlu AS tersebut sama sekali tidak berdasar dan sepenuhnya untuk tujuan menyalahkan orang lain. Menurut mereka, komentar Pompeo bertentangan dengan konsensus umum komunitas global. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Geng Shuang, mengatakan bahwa negaranya telah memberikan informasi yang tepat waktu kepada dunia dan aktif bekerja sama dengan yang lain.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait