DKI Jakarta menjadi daerah di Indonesia yang paling terdampak COVID-19. Gubernur Anies Baswedan pun menjawab begini ketika ditanya kapan Jakarta akan kembali normal.
- Elvariza Opita
- Rabu, 29 April 2020 - 13:07 WIB
WowKeren - DKI Jakarta masih menjadi daerah yang paling terdampak oleh wabah COVID-19. Sempat mengalami penurunan jumlah kasus, kemarin (28/4) justru jumlahnya kembali mengalami peningkatan yang cukup signifikan.
Tak pelak pertanyaan soal kapan pandemi dan krisis ini akan berakhir kerap dilemparkan kepada sang gubernur, Anies Baswedan. Dan beginilah jawaban Anies atas pertanyaan tersebut.
"Anda tahu ini pertanyaan bernilai USD 1 miliar. Kami tidak bisa memberikan jawaban," kata Anies, Selasa (28/4). "Jika kami memiliki jawaban atas pertanyaan ini, kita pasti sudah berharap bebas sekarang. Ini masih merupakan sesuatu yang perlu kita dalami."
Kendati demikian, Anies berpendapat bahwa perkembangan kasus COVID-19 mulai flat yang merupakan pertanda baik. Jumlah kasus positif dan yang meninggal pun terus mengalami penurunan.
Anies sendiri menilai kurva yang mengalami perataan merupakan dampak dari kebijakan dua minggu lalu atau pelaksanaan PSBB. Dengan tren yang ada, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu berharap agar segera keluar dari periode pandemi ini.
Di sisi lain, Anies juga sudah menyiapkan sejumlah catatan terkait penanganan wabah Corona ke depannya. Seperti dengan meningkatkan kapasitas tes dan melakukan pelacakan bagi mereka yang berpotensi terinfeksi. Dari situlah angka penyebaran wabah bisa berkurang.
"Karena jumlah orang yang terinfeksi banyak dan berada di lokasi yang tidak diketahui, maka semua orang dikarantina," jelasnya, merujuk pada pelaksanaan PSBB yang membatasi mobilitas setiap warganya.
Anies optimis jika pasien dalam pengawasan (PDP) menurun, kasus kematian menurun, maka kondisi akan segera kembali normal. Hal ini terkhusus di DKI Jakarta yang merupakan ibu kota Indonesia, yang tak hanya menjadi sorotan nasional tetapi juga internasional.
Namun tak hanya menjadi pihak yang diawasi, Jakarta juga menjadi pihak yang mengawasi negara-negara lain. Termasuk perihal tren pelonggaran pembatasan aktivitas yang mulai dilakukan di sejumlah daerah, yang akan menjadi pertimbangan bagi Pemprov DKI Jakarta dalam mengambil keputusan.
(wk/elva)