Media Asing Soroti Warga Indonesia yang Mendadak Sering Berjemur Untuk 'Bunuh' Virus   Corona
Nasional

Aktivitas berjemur disebut jarang dilakukan di Indonesia, mengingat warna kulit yang cerah lebih disenangi di sini. Namun, warga Indonesia mulai ramai berjemur di bawah sinar matahari selama pandemi corona.

WowKeren - Banyaknya warga Indonesia yang berjemur di bawah sinar matahari belakangan ini menjadi sorotan media asing. Para tentara yang bertelanjang dada hingga remaja yang berjemur di tempat parkir mobil di rumah disebut melakukan itu semua demi menangkal virus corona.

Dalam laporan AFP pada Rabu (29/4), ketertarikan warga Indonesia untuk turut berjemur di bawah sinar matahari ini biasanya terkait dengan orang asing di Bali yang mempercayai klaim tak berdasar di media sosial. Klaim yang dimaksud menyebutkan bahwa sinar matahari serta vitamin D yang disediakannya dapat memperlambat atau membunuh virus.

Klaim tersebut didukung oleh pernyataan pejabat Amerika Serikat (AS) yang menyebut bahwa penelitian menunjukkan bahwa sinar matahari dapat menghancurkan virus. Meskipun penelitian tersebut belum dievaluasi secara independen, Presiden Donald Trump telah membahasnya dengan semangat dalam konferensi pers.

Petugas medis sendiri meragukan hal ini, namun mengakui bahwa paparan sinar matahari pagi selama 15 menit bisa berdampak baik untuk tubuh. "Mengekspos tubuh ke sinar matahari langsung adalah cara yang baik untuk mendapatkan vitamin D, bukan untuk mencegah penyakit secara langsung," tutur dr. Dirga Sakti Rambe di rumah sakit OMNI Pulomas, Jakarta.


Terlepas dari hal tersebut, Indonesia merupakan negara tropis yang tidak pernah kekurangan sinar matahari. Namun, Indonesia juga disebut sebagai tempat dimana aktivitas berjemur jarang dilakukan, mengingat kulit yang putih lebih disenangi.

Seorang ibu rumah tangga di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengaku bahwa dalam situasi biasa, dirinya tidak mau kulitnya menjadi gelap karena berjemur. "Tapi saya harap hal ini (berjemur) bisa meningkatkan sistem imun saya," tutur wanita bernama Theresia Rikke tersebut, dilansir AFP.

Sementara itu, pandemi corona juga telah mengubah pikiran seorang warga Jakarta yang bernama Rio Zikrizal. Rio sendiri sebenarnya masih bergumul dengan gagasan untuk berjemur di bawah sinar matahari sembari bertelanjang dada.

"Di situasi yang normal aku tidak akan mau berjemur," ujar Rio. "Aku punya warna kulit Asia yang mudah berubah menjadi gelap, jadi aku sering menggunakan produk untuk membuatku kulitku lebih cerah."

Selain itu, sesi berjemur sembari bertelanjang dada juga disebut telah menjadi rutinitas latihan pagi untuk beberapa unit militer dan polisi. Penduduk kota besar Indonesia bahkan disebut telah berbondong-bondong mendatangi area terbuka, termasuk rel kereta komuter, untuk merasakan sinar matahari di tubuh mereka.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait