Foto Bupati-Wabup Jember Terpampang Nyata di Karung Beras Bantuan Corona, Begini Penjelasannya
Twitter
Nasional

Pemkot Jember memberikan tanggapan terkait foto Bupati Jember dan wakilnya yang tertempel pada bantuan untuk warga terdampak virus corona (COVID-19). Sebelumnya hal tersebut dipersoalkan oleh DPRD Jember.

WowKeren - Belakangan ini dunia maya dihebohkan dengan gambar Bupati Jember, Faida dan Wakil Bupati, Abdul Muqit Arief yang muncul di karung besar untuk bantuan korban terdampak wabah virus corona (COVID-19). Diketahui beras tersebut merupakan bantuan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial yang ditujukan untuk warga Jember yang terdampak corona.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jember, Gatot Triyono menganggap hal tersebut adalah sesuatu yang wajar. "Bupati sampai saat ini belum ada (tanggapan). Tapi Itu kan gambarnya tidak hanya bupati, tapi juga ada gambar wabup dan logo pemkab," ujar Gatot pada Kamis (30/4) seperti dilansir dari Kumparan.

Sebelumnya, gambar pasangan kepala daerah tersebut sempat dipersoalkan oleh DPRD Jember saat inspeksi mendadak ke gudang Bulog Jember di Desa Pecoro, Kecamatan Rambipuji pada Rabu (29/4) lalu. Terlebih, mengingat fakta bahwa Faida akan kembali mencalonkan diri dalam Pilkada Jember melalui jalur independen.

Gatot menegaskan tak ada yang salah dengan gambar bupati dan wabup di karung beras tersebut. "Apakah ada aturan yang dilanggar? InsyaAllah tidak ya. Untuk prosesnya (permintaan pencairan beras oleh Pemkab ke Bulog) sudah sesuai semua dengan Permensos," tegasnya.

Karung Beras

Sumber: Kumparan


Lebih lanjut, Gatot mengungkap penempelan foto bupati dan wakilnya tersebut tidak hanya pada karung beras bantuan dari pemerintah pusat. Di banyak tempat dan kegiatan lain juga ada foto kepala daerah Jember tersebut.

"Selama ini memang selalu ada logo pemkab, foto bupati-wabup," ujarnya. "Tidak hanya ini (bantuan beras). Semua kegiatan Pemkab selalu ada. Mulai banner, juga ada update COVID-19."

Gatot menjelaskan penempatan foto tersebut sekadar lambang. Namun ia enggan berpendapat bila hal tersebut disangkutpautkan dengan politik.

"Tujuannya sebagai lambang saja. Jadi tidak hanya karena mendekati kegiatan-kegiatan ini, tetapi itu sudah dari awal," ujarnya. "Apakah berdekatan dengan (momen) politik, saya tidak paham."

Di sisi lain, Kepala Perum Bulog Cabang Jember, Jamaludin, mengatakan pihaknya sudah menyiapkan kemasan beras yang tidak ada foto Bupati-Wabup. Namun kemasan tersebut tidak dipakai karena pengemasan hingga penyaluran merupakan wewenang Pemkab.

"Ya ada sih (karung beras Bulog) ada di gudang, tidak terpakai," paparnya. "Kita tidak ikut campur untuk kemasan, itu kewenangannya bupati untuk penyampaian ke masyarakat."

(wk/tria)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait