Ratusan rumah warga di daerah Bandung Barat terendam banjir karena tanggul tak mampu menahan arus deras sungai setelah turun hujan lebat selama dua jam.
- Lailatul Maghfiroh
- Senin, 04 Mei 2020 - 12:46 WIB
WowKeren - Belum lama ini Banjir merendam ratusan rumah di RW 16, Desa Lembang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (3/4), malam. Kejadian ini bermula saat hujan deras mengguyur kawasan Lembang selama kurang lebih dua jam.
Hingga kemudian tanggul di bantaran sungai atau hulu Sungai Cikapundung jebol. Luapan air sungai pun langsung merendam permukiman warga. Namun hal tersebut tak lantas membuat warga bergegas untuk mengungsi.
Lantas hingga pukul 23.00 WIB, warga masih disibukkan membersihkan rumah dan perabotan dari sisa-sisa lumpur dan genangan air. Salah seorang warga menceritakan sejumlah kerugian yang dialami akibat rumah mereka terendam banjir.
"Saat kejadian saya sedang di rumah, pas tahu tanggul jebol, air tiba-tiba saja datang langsung masuk ke rumah-rumah warga termasuk rumah saya," ungkap salah seorang warga Dadan, Senin (4/5). "Kerugian paling ada dokumen dan surat-surat penting. Kalau barang elektronik dan perabot sudah jelas rusak karena terendam banjir."
Dandan juga menceritakan bagaimana air sungai merendam rumahnya setinggi 1 meter. Beruntung, banjir tersebut kemudian tak berlangsung lama dan lekas surut. Dandan juga menerangkan bahwa tanggul sungai yang jebol itu baru saja dibangun pada tiga tahun yang lalu.
Namun kini tanggul tersebut sudah tidak mampu menahan arus sungai ketika hujan deras. "Tanggul yang jebol adalah tanggul yang dibangun tiga tahun silam. (Tanggul) tidak kuat menahan derasnya arus sungai yang semalam setelah hujan deras," papar Dandan.
Sementara itu, Kepala Desa Lembang Yono Maryono juga membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, banjir yang terjadi disebabkan jebolnya sebuah tanggul yang dibangun tiga tahun silam. Tanggul jebol akibat tingginya volume aliran sungai saat hujan deras mengguyur kawasan Lembang.
"Upaya antisipasi awal akan kita pasang karung-karung pasir agar saat hujan datang tidak terjadi banjir seperti ini lagi," ungkap Yono. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun ada sekitar 300 rumah warga terkena banjir tersebut.
(wk/lail)