Sejauh ini pihak keluarga belum memberi penjelasan tentang penyebab Didi Kempot tutup usia pada hari ini, Selasa (5/5). Namun media sosial diramaikan sebuah pesan berbunyi Didi meninggal karena 'code blue asma'.
- Trias Rohmadoni Alandari
- Selasa, 05 Mei 2020 - 15:37 WIB
WowKeren - Kabar duka datang dari industri musik Tanah Air. Musisi campursari Didi Kempot meninggal dunia pada hari ini, Selasa (5/5) di Rumah Sakit Kasih Ibu, Solo, Jawa Tengah sekitar pukul 7:30 WIB. Kabar tersebut langsung menjadi bahan pembicaraan pengguna media sosial hingga tagar #SobatAmbyarBerduka menjadi salah satu trending topic Twitter Indonesia.
Sejauh ini pihak keluarga belum memberi pernyataan resmi tentang penyebab penyanyi yang dijuluki "The Godfather of Broken Heart" itu meninggal dunia. Asisten Manajer Humas RS Kasih Ibu, Divan Fernandez kepada CNN Indonesia menyebut 'Lord Didi' datang ke rumah sakit dalam kondisi henti jantung.
Di sisi lain, media sosial ramai dibahas Didi meninggal karena "code blue asma". Meski belum terkonfirmasi secara jelas, namun tak sedikit netizen menjadi penasaran. "Bagi pecinta sobat ambyar, fyi Didi kempot barusan meninggal di igd rs kasih ibu, karena terkena code blue asma," tulis pesan yang ramai dibagikan.
Dilansir dari DetikHealth, ahli paru dr Frans Abednego Barus, SpP, dari OMNI Hospital Pulomas menjelaskan code blue atau kode biru biasanya digunakan untuk mendeskripsikan kondisi gawat darurat karena henti napas dan jantung mendadak.
"Code blue artinya peristiwa terjadinya henti napas dan jantung yang berarti ada kejadian gawat darurat. Code blue bisa pada pasien baru masuk, bisa pada pasien yang dirawat," kata dr Frans. "Penyebab nya sering henti jantung atau serangan jantung yang menyebabkan henti napas."
Sementara itu dikutip dari WebMD, rupanya tidak ada aturan baku tentang pemakaian kode tersebut dan tiap fasilitas kesehatan bisa saja mempunyai kode masing-masing. "Tidak ada definisi atau konvensi standar terkait penggunaan kode. Meski code blue biasanya untuk henti jantung di banyak rumah sakit, bukan berarti artinya sama di semua tempat," tulis WebMD.
Dikutip dari MayoClinic, ada beberapa hal yang bisa menyebabkan seseorang mengalami sesak napas secara mendadak. Pertama, bila seseorang tersebut mengalami asma, yang merupakan salah satu penyakit pernapasan kronis paling sering terjadi sebagai penyebab sesak napas.
Kedua, karena seseorang keracunan karbon monoksida yang bisa terjadi akibat terlalu banyak menghirup gas tersebut, biasanya berasal dari pembakaran gas, minyak, bensin, bahan bakar padat dan kayu.
Sedangkan hal ketiga yang menyebabkan sesak napas mendadak adalah seseorang mengalami alergi makanan, yang disertai dengan gejala lain seperti hidung mampet, mata berair, ruam dan bersin. Sementara yang keempat, kemungkinan seseorang mengalami sesak napas mendadak karena emboli paru, yang merupakan penyumbatan di salah satu arteri pulmonal di paru- paru karena gumpalan beku di arteri yang mengalir ke paru-paru dari kaki.
Terakhir, seseorang bisa mengalami sesak napas mendadak karena obesitas kelebihan lemak di sekitar perut dan dada sehingga membuat paru-paru terhimpit, hingga harus bekerja keras untuk mengembang. Bukan hanya itu, jantung menjadi bekerja lebih keras untuk memompa darah untuk melewati pembuluh darah yang tersumbat lemak kolesterol.
Untuk diketahui, saat ini pihak keluarga sedang mengurus proses pemakaman Didi yang akan digelar di Ngawi. Terkait pemakaman, Wali Kota Solo, FX Rudy, sempat menghimbau masyarakat tetap mematuhi larangan jaga jarak selama pandemi Corona. Rudy menyarankan masyarakat tak perlu datang melayat dan cukup mengirip doa bela sungkawa dari rumah masing-masing.
"Pemakaman di Ngawi. Dari rumah sakit dibawa ke rumah dulu, baru dibawa ke Ngawi," kata Rudy. "Masih dalam situasi pandemi, saya harap masyarakat mendoakan saja."
(wk/tria)