Meski masih berusaha pulih dari hantaman wabah virus corona, Tiongkok baru saja memamerkan ambisi mereka yang akan meluncurkan roket ke bulan pada Rabu (6/5). Seperti apa?
- Ruth Meliana
- Rabu, 06 Mei 2020 - 16:44 WIB
WowKeren - Tiongkok saat ini berusaha bangkit dari wabah virus corona (COVID-19) yang telah melanda sejak Desember 2019 lalu. Seperti yang diketahui, wabah virus corona yang saat ini telah menyerang 3,7 orang di seluruh dunia pertama kali muncul di Kota Wuhan, Tiongkok.
Semangat Tiongkok untuk bangkit ini ditunjukkan dengan rencana meluncurkan roket ke Bulan. Badan Antariksa Tiongkok (China National Space Administration/CNSA) baru saja mengumumkan pihaknya akan meluncurkan sebuah roket pada hari ini Rabu (6/5) pukul 06.00 sore waktu setempat.
Roket ini akan diluncurkan ke ruang angkasa buatan CNSA. Nantinya, roket ini akan membawa astronaut asal Tiongkok menuju ke permukaan Bulan untuk sebuah misi.
”Misi ini akan menguji teknologi kunci dari pesawat ruang angkasa berawak generasi berikutnya,” kata desainer pesawat ruang angkasa dari Akademi Teknologi Antariksa Tiongkok, Yang Qing seperti dilansir dari CNN pada Rabu (6/5). “Pengujian yang dilakukan antara lain bagaimana roket dapat kembali ke atmosfer.”
Qing menjelaskan jika roket tersebut akan membawa pesawat antariksa generasi berikutnya ke stasiun luar angkasa. Rencananya pesawat ruang angkasa ini akan dijadwalkan selesai dibuat pada 2022 mendatang sehingga bisa membawa astronot menuju bulan.
Sementara untuk saat ini, pesawat ruang angkasa itu baru bersifat prototipe atau uji coba. Pesawat ini juga baru dirancang untuk orbit Bumi rendah serta hanya mampu menampung sampai enam astronot.
Roket berukuran jumbo milik CNSA yang akan diluncurkan itu diberi nama Long March 5B. Rencananya, Long March 5B akan lepas landas di tempat peluncuran roket khusus di wilayah Wenchang, Hainan bagian selatan Tiongkok.
Proyek ambisius CNSA ini untuk membawa astronot negaranya ke bulan diberi nama Misi Change'e 4 China. Bukan nama sembarangan, rupanya nama itu diambil dari nama Dewi Bulan itu ingin mengungkap misteri pembentukan bulan dan evolusi awalnya yang akan berdampak pada pengetahuan mengenai sistem Tata Surya.
Tak sampai disitu, misi itu juga dilakukan sebagai bentuk penyelidikan Tiongkok apakah tanaman dapat bertumbuh di Bulan atau tidak. CNSA juga akan mengeksplorasi lembah di kutub selatan Aitken, yang dipercaya sebagai kawah tertua dan terdalam di Bulan. Bagian ini dipercaya ditabrak oleh batu sangat besar miliaran tahun silam.
(wk/lian)